Thursday, May 16, 2013

Bahari Bumi Kartini "Karimun Jawa"

Gapura Taman Nasional Karimun Jawa

Sehari setelah selesainya petualanganku menjelajahi Batu, Malang dan Gunung Bromo, setelah saya sampai dirumah. Siang itu, saat sedang tidur siang dikamar orang tua saya tercinta, melepas lelah setelah tiga hari berpetualang Blackberry saya berbunyi, titung titung titung titung begitu bunyinya, ada beberapa bbm yang masuk dan salah duanya berasal dari dua rekan kerja mbak Windi dan Mas Syahid. Isi bbm kedua manusia ini hampir sama, meracuni saya, intinya ada beberapa tiket kosong untuk tanggal 12 April 2013 berangkat ke Karimun Jawa, sebenarnya saya tidak ada maksud atau niattan dalam waktu dekat untuk berkunjung ke Karimun Jawa, walaupun sebenarnya saya punya impian untuk berkunjung kesana.

Tuesday, April 23, 2013

Selamat Pagi Kota Batu

Tak akan dapat dipungkiri jika kelak kita akan mempunyai satu rasa yang sama,
yaitu rindu yang mendalam untuk berkumpul dan saling berbagi lagi

Jum'at 05 April 2013, Pagi sekitar pukul 06.00 WIB kami tiba di Stasiun Kota Baru Malang. Setelah melakukan perjalanan menggunakan Kereta Api Malioboro Exprees dari Stasiun Tugu Yogyakarta dengan jadwal keberangkatan  hari Kamis 04 April 2013 pukul 22.00 WIB. Saya, Anung, Sofyan, Luki, Ikba dan Angga adalah para pemuda yang terlibat pada petualangan kali ini. Kami semua dibesarkan di Magelang dan telah menjadi keluarga selama kurang lebih satu sampai tiga tahun karena senasib untuk menimba Ilmu di Kota Pendidikan Yogyakarta.

Anung @anugrah432 ,saat ini merupakan mahasiswa tingkat akhir AA YKPN, pintar mencari uang terutama pada akhir pekan.Setelah menyelesaikan UTSnya, ia melakukan perjalanan ini bersama kami.
Sofyan @sofianPT ,akrab disapa Ucup, teman satu SMA saya, teman menikmati malam minggu di Magelang, Mahasiswa Jurusan Arsitektur UII.
Luki @hermawanluki ,akrab disapa Suploh, Sponsorsip pejalanan kali ini, Pegawai PT. PP yang sedang mengerjakan proyek jembatan kembar di Samarinda, harus mengambil cuti untuk melakukan perjalanan kali ini.
Ikba @ikbazu ,Merelakan membohongi teman KKNnya demi perjalanan kali ini, takut ganti status di bbm. Berniat tidak ikut, tapi akhirnya ikut juga, luluh pada detik2 terakhir.
Angga @anggasatriaCR7 ,Sudah nyelengi, Menggebu gebu, harus meninggalkan Ranger Pinknya untuk perjalanan kali ini.
Dan saya sendiri Dion @dionbernabeu ,ikut perjalanan kali ini karena saya merupakan seorang yang Humoris, Romantis dan Fantastis. 
Sebenernya masih ada satu lagi anggota keluarga kami yaitu @Rezza_kurniawan tapi berhalangan untuk ikut. Di Yogyakarta kami hidup dibawah satu atap kontrakan, menghabiskan waktu bersama dalam suka dan duka, So, kita sudah mengenal karakter satu sama lain, mengenal kelebihan dan kekurangan masing masing individu.

Yogyakarta dan harinya telah menjadikan kita sebuah keluarga,
yang ceritanya kita tulis dihati kita masing-masing dan itu adalah cerita yang bahagia

Sunday, March 31, 2013

Menanti Pagi di Punthuk Setumbu



Punthuk Setumbu


Selamat Pagi hari Selasa 12 Maret 2013.. :)
Saya, Tambun * , Anung * , Ucup * , Aji * , Bongol * , Nudia *  , dan pacarnya Tambun Rara apa ya namanya, lupa. Kami punya niat bangun pagi, kalo kata Aji, "Menunggu mentari menyapa bumi", puitis banget yaak...
Spot yang kami kunjungi kali ini bernama Puthuk Setumbu , didaerah Borobudur, Magelang, tempatnya enggak jauh kok dari Candi Borobudur, sekitar 15 menit, lalu dilanjutkan dengan 15 menit lagi berjalan kaki. Tarif masuknya 15 ribu per orang. kok serba 15 yaa? :)

Memang betul kata orang kalo mau ngejar Sunrise perlu niat yang double untuk bangun pagi, karena kami mahasiswa yang punya kebiasaan bangun siang,hahahaha, keliatan males banget yaa?
Senin malam tanggal 11 Maret 2013 kami nunut turu neng omahhe Tambun, Rumah Tambun terletak di Japunan, karena kalo kita berangkat sendiri2 dari rumah saya yakin gag bakal semuanya mau berangkat. Adem dan males alasan utamanya. Jam 3 Pagi kami udah bangun, prepare, dan jam setengah 4 kami cuus menuju Puthuk Setumbu, jalannya enak kok, gag ruyem dan gag rusak juga, lancar pokoknya.
Terlihat punggung gunung-gunung mulai berubah warna, mentari akan tiba, pertanda bagi burung-burung untuk mulai berkicau , pertanda bagi setiap makhluk sejuta mimpi bernama manusia harus memulai hari baru.



Setelah sampe di Pos masuk, motor ataupun mobil harus diparkir ditempat yang disediakan.
Nunut kencing dulu, karena udara dingin bikin lebih mudah kebelet. Bayar 15 ribu perkepala, lanjut jalan kaki. Setelah sampe dipuncak Setumbu masih sepi, tapi udah ada sekelompok manusia pecinta alam yang ngecamp disana.
Selang beberapa menit langitpun sudah mulai berubah warna.

Memandang ke Timur (Karena Matahari terbit dari Timur) , Terlihat nuansa yang luar biasa, gunung pager Magelang Telomoyo, Merbabu dan Merapi, Citylight warna warni Kota Magelang, Langit cerah penuh bintang, Serta perpaduan hijau pepohonan dan Candi Borobudur yang masih di selimuti kabut menjadi sarapan kami pagi itu.
Suasana seperti ini yang pasti membuat kita Manusia kembali mengingat dan kembali bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Baik. Thanks God For This Experience. :)

*Dan selalu ada cerita lain yang tak dapat diungkapkan lewat sebuah tulisan.

Para personil menanti pagi di Puthuk Setumbu

Yang lagi prewed, cie cie ^^

Puthuk Setumbu











Tuesday, February 05, 2013

QUOTE INDAH 5CM


Sebuah Film yang diangkat dari sebuah Novel karya Donny Dhirgantoro, 5 Sahabat, 2 Cinta dan 1 Impian, mengubah segalanya. Ada beberapa Quote Indah pada 5cm, yang akan menginspirasi kita anak muda khususnya, untuk percaya pada satu kata "IMPIAN". Ni aku share sedikit yaa..



"Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasi dengan angka berapa pun… Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya"

"Malam itu di Arcopodo, kita sadar. Mungkin kita bisa tulis seindah mungkin dan berbicara setinggi langit tentang arti persahabatan. Tapi malam itu, Mahameru memberikan arti sebenar-benarnya dari sebuah persahabatan. Dan atas nama persahabatan di Tanah Air tercinta ini, di tanggal 17 Agustus, di mana sebuah impian menjadi layak diperjuangkan."

"Sebuah kehormatan, berada disini memperjuangkan impian bersama kalian sahabat-sahabat tercinta."

"Sebuah kehormatan bagi saya. Saya, Genta, telah mendaki Mahameru bersama sahabat tercinta, di tanah air tercinta ini. Kehormatan ini tidak akan saya lupakan seumur hidup saya." -Genta.

"Suatu kehormatan juga bagi saya. Dan kehormatan itu bagi kita para sahabat. Saya Arial, orang yang sangat mencintai tanah ini." -Arial.

"Dan juga bagi saya, Arinda. Indonesia-ku saya mencintaimu sepenuhnya." -Arinda.

"Semua berawal dari sini. Impian, persahabatan, cinta, dan sebuah kajaiban tekad, telah menjadikan kita bukan hanya seonggok daging yang hanya punya nama. Saya Zafran, saya mencintai kalian semua, dan saya mencintai negeri indah ini dengan gugusan ribuan pulaunya, sampai saya mati dan menyatu dengan tanah tercinta ini lagi." - Zafran.

"Dan selama ribuan langkah kaki kita melangkah, selama hati yang berani ini bertekad, hingga semuanya bisa terwujud sampai disini, jangan pernah sekalipun kita menyerah mengejar mimpi-mimpi kita, berjuang, berusaha dan bercita-cita untuk kehidupan yang lebih baik bagi tanah tempat kita berpijak ini, sahabat. Saya Riani, saya mencintai tanah ini dengan seluruh hati saya." - Riani.

"Saya Ian, bangga bisa berada disini bersama kalian semua sahabat saya yang tercinta. Saya akan mencintai Tanah Air ini seumur hidup saya. Saya akan menjaganya dengan apapun yang saya punya. Saya akan menjaganya seperti saya menjaga kehormatan diri saya sendiri. Seperti saya terus menjaga mimpi-mimpi saya terus hidup bersama Tanah Air tercinta ini." - Ian.

"Hari itu, kita berdiri diatas bumi. Tapi dekat sekali dengan langit, dekat dengan Sang Pencipta. Sebuah persahabatan, impian, cita-cita, dan cinta. Tidak ada siapapun yang bisa membuktikan seberapa besar itu semua. Tapi seperti sebuah mimpi, kita hanya terus mempercayainya."

"Kita berlima percaya pada satu hal. Sederhana tapi luar biasa. Ada disetiap diri manusia bila ia menyadarinya. Sebuah impian. Setiap kamu punya mimpi, keinginan atau cita-cita, kamu taro disini, didepan kening kamu. Jangan menempel, biarkan dia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia ngga akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa impian kamu itu setiap hari. Kamu lihat setiap hari dan percaya bahwa kamu bisa. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh. Apapun hambatannya kamu bilang pada diri kamu sendiri, kalau kamu percaya sama impian kamu dan kamu ngga akan pernah menyerah"

"Belum pernah ada bukti-bukti nyata dalam angka yang bisa dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Tentang bagaimana keajaiban sebuah impian, persahabatan, cinta dan keyakinan bisa membuat begitu banyak perbedaan, bisa mengubah kehidupan manusia. Belum pernah ada. Hanya mimpi dan keyakinan yang bisa membuat manusia berbeda dengan makhluk lainnya."

"Hanya mimpi dan keyakinan yang bisa membuat manusia bisa menjadi istimewa di mata Sang Pencipta. Dan yang bisa dilakukan seorang makhluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinannya adalah mereka hanya tinggal mempercayainya. percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu."

“Akan selalu ada suatu keadaan, kenangan, dan orang-orang tertentu yang pernah singgah dalam hati kita dan meninggalkan jejak langkah dihati kita dan kitapun tidak akan pernah sama lagi seperti sebelumnya.”

"Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri. Biarkan keyakinan kamu, 5cm menggantung, mengambang, didepan kening kamu, dan sehabis itu yang diperlukan cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya. Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya. Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya. Leher yang lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja. Hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya. Serta mulut, yang akan selalu berdo'a."

Lets say "Aku gag akan pernah nyerah ngejar impianku" ..


Wednesday, January 30, 2013

Negeri Ini Indah Sekali Tuhan

"Negeri ini indah sekali,Tuhan. Bantu kami menjaganya, Amin"
Quote indah sekaligus doa nan bermakna dari pemeran Zafran, Herjunot Ali pada Film 5cm.
Bener banget ni Quote, INDONESIA memang Negeri yang sangat Indah, jadi berfikir ulang untuk ke Paris, Tapi saya punya janji dengan seseorang untuk bertemu di sana, Paris, Prancis, saya yakin ,kita pasti akan dipertemukan disana.. :)

Dari kecil saya sudah diajarkan bagaimana melukiskan keindahan alam ini, lewat sebuah kertas berukuran A4 yang sewaktu kecil saya sering menyebutnya dengan kertas gambar. Dua buah gunung -Mungkin Merbabu dan Merapi, dua gunung yang selalu saya lihat setiap harinya- , sebuah jalan prespektif ada pohon atau tiang listrik di pinggirnya, tidak ketinggalan beberapa petak sawah, sebuah sungai berbatu dengan air jernih yang mengalirinya, serta hiasan awan, pelangi juga matahari. Karya seni yang selalu saya lukiskan bahkan sampai sekarang, kalo disuruh gambar ya mungkin gambarnya Pemandangan itu aja. Jadi teringat dulu pernah jadi Juara 3 lomba Gambar tingkat SD, lombanya di sebelah kiri gedung Telkom deket alun alun kota Magelang , gag tau namanya tapi. Waktu itu ngegambar sungai ditengah hutan. Tapi setelah itu gag pernah gambar lagi, hasilnya jadi bakat yang gag diasah sama dengan enol.



Tuhan menciptakan Indonesia dengan penuh keajaiban, tiap orang Indonesia yang mencela, mengaku membenci dan berkata tidak enak tinggal di Indonesia entah itu karena kemacetannya, pemerintahannya, politiknya, korupsinya atau sepak bolanya, harus melihat indahnya alam Indonesia, mungkin harus naik ke salah satu gunung di negeri ini barulah mereka akan sadar dan akan mulai mencintai negeri Indah ini. Indonesia saat ini memang sedang di landa dengan carut marut, kerusuhan dilatarbelakangi SARA, korupsi pejabat negara yang mulai terungkap oleh KPK, banjir Jakarta, sampai yang baru baru ini Raffi Ahmad terjegal kasus narkoba. Trenyuh ya mendengar semua masalah itu, tapi menurut saya yang paling mengerikan adalah para pemuda Indonesia yang hanya bisa mengeluh, berharap akan ada perubahan ke kehidupan yang lebih baik, tanpa mereka berbuat dan menciptakan suatu perubahan. Mari Pemuda Indonesia, bukan saatnya untuk mengeluh, kita semua punya mimpi untuk Negeri kita ini, Negeri yang indah sekali. Indonesia.
Mendonorkan darah, memberi sedekah kepada panti asuhan, tidak membuang sampah sembarangan merupakan contoh kecil yang dapat saya beri dan lakukan untuk Indonesia, lebih banyak lagi yang dapat kita lakukan untuk mencintai Negeri kita ini. Untuk menjaga keragaman suku , budaya dan agamanya agar tetap saling bertoleransi, untuk menjaga alam Indonesia yang indah ini. Melihat dan datang langsung ke stadion tempat Timnas Sepak bola Indonesia bermain lalu menyanyikan Indonesia Raya bersama suporter Merah-Putih yang datang dari berbagai tempat di Indonesia pasti akan membakar Jiwa Nasionalisme kita. Dalam hati dan diri kita pastilah mempunyai rasa cinta yang luar biasa kepada Bangsa ini. Kebudayaan kita di klaim oleh Malaysia, kita melawannya, itu contoh kita punya cinta yang luar biasa kepada Indonesia.

Pernah baca bukunya mas Pandji Pragiwaksono "nasional.is.me" ? Dari buku itu mas Pandji crita pernah keliling ke beberapa kota di Indonesia, juga menceritakan beberapa keajaiban yang pernah ia lihat di Alam Indonesia. Salah satu yang bikin saya pengen melihatnya adalah Pelangi utuh, dari ujung ampe ujung, bayangin aja saya sudah kagum. Deburan ombak di Pantai Pok Tunggal Gunung Kidul, Lautan awan di Puncak Rinjani, hijau pepohonan di Padang Bromo sampe panorama bawah laut di Bunaken,terus berkibarnya Merah-Putih di ujung timur Indonesia, Merauke, bagaimana jika itu semua sudah rusak sebelum kita bisa melihat dan menikmatinya?

Kita, Indonesia, ingin semuanya menjadi lebih baik, Indonesia punya potensi, Mari kita dukung perubahan yang sedang dalam proses, ayo kita ciptakan perubahan kecil yang akan menjadi suatu perubahan besar serta menjaga keindahan yang sudah diberikan Tuhan kepada Indonesia. Tuhan pasti akan membantu kita. PERUBAHAN BESAR BERAWAL DARI SATU PEMUDA.



Salam dari seorang Pemuda Indonesia


Thursday, January 17, 2013

It's Bromo


23 - 25 Desember 2012 Tak pernah disangka kalo saya akan benar benar mengunjunginya "Bromo", dengan itu pula saya sudah membubuhkan satu tanda centang pada salah satu misi pribadi saya.

Benar benar diluar dugaan, dan suatu perjalanan yang tak tergantikan. Sebenarnya rencana semula adalah ke Semeru, tetapi mengingat lagi musim hujan dan mendengarkan nasehat dari beberapa kawan, jadi rencana untuk ke Semeru kita pending dulu, tapi tetep kok menujunya ke Jawa Timur, dan ke tetangganya Semeru, BROMO.. :D
Tempat yang pernah saya impikan dulu, senang sekali hati ini bisa benar2 menginjakkan kaki disana.

Tidak pasti, bimbang , tanpa rencana yang matang, itulah yang terjadinya beberapa hari sebelum hari keberangkatan kami, "kesibukan dan kejar target" benar benar membuat kami merasa capek dan tak punya waktu luang, menyebabkan komunikasi yang kurang lancar. 

Hanya bermodal nekat,23 Desember 2012 Pukul 04.00 Waktu Magelang, naek travel duduk disamping pak kusir dan hanya berdua, kami pun meluncur ke Solo, janjian untuk ketemu dengan seorang teman saya Adit (teman yang baru ketemu beberapa kali) di Nasmoco Solo Baru.
Setelah sampai di Solo sekitar jam 7 kayaknya, menempuh perjalanan Magelang-Jogja-Klaten-Solo. mengingat sedikit kenangan di Jogja, disuguhi pemandangan gunung merapi beserta sawahnya, sungguh indah pagi itu. Saya juga menemukan satu titik dimana bisa mamandang Merapi dengan View yang berbeda, yang biasanya ditemani pemandangan hijaunya sawah, yang ini ditemani Panjang jalan raya ringroad, juga lampu lampu kota, tepatnya di pertigaan habisnya Jl Ringroad Utara (kekanan arah Amplas ke kiri arah Bandara) waktu itu masih sekitar jam setengah 6 pagi, dan sungguh Indah, sesuatu yang berbeda.. :)

Sampai di Solo saya turun di Sriwedari, Jl. Slamer Riyadi, minggu jalan yang biasanya dipakai lalu lalang kendaraan bermotor pagi itu dipadati Pejalan kaki, ribuan, anak anak sampe yang tua dan berkursi roda pun tumpah ruah disana. Bukan polusi tapi senyuman bahagia yang terdapat di tempat itu. Sebelum ke Solo baru, saya sempatkan untuk bertemu sahabat saya yang sudah kira kira tiga tahun tak bersua,orang Kebumen kuliah di UNS, yang dulu sama sama berjuang di gubug derita untuk masuk STAN,tpi akhirnya karam semua..
Ridwan lebih akrab disapa Kancil, Bertemu di meriam Sriwedari jabat tangan dan pelukan membuka pertemuan kami, lalu menyusuri jalan sambil banyak bertukar cerita, makan pecel Madiun bersama, menambah kebahagiaanku pagi itu. dan ku minta sekalian dia untuk mengantarku ke Nasmoco Solo Baru, ditanya keberatan dan tentu saja dia menjawab tidak. Kamipun berpisah setelah sampai di Nasmoco Solo Baru, jabat tangan, ucapan terima kasih, dan sampai bertemu lagi di lain waktu sahabatku Ridwan a.k.a Kancil salam untuk Bindenk, Ode dan juga Panjoel.. :)

Adit memang selalu sibuk, menjelang Natal banyak Customernya minta unit segera di delivery semuanya serba Urgent, dan itu jugalah yang membuat kami tak berkomunikasi untuk mematangkan rencana kami ke Bromo.
Setelah menunggu Adit menyelesaikan pekerjaannya dan makan siang kami pun langsung cuus ke Terminal Tirtonadi bertemu salah seorang teman dari Adit yang akan menjadi tumpuan kami untuk sampai ke Bromo, tentu lha wong wes tau neng Bromo.
Mas Komar ato Qomar ya namanya, :D
Kondisi terminal yang rame membuat kami bingung dan was was apakah kami dapat bus atau tidak, dan dari kejauhan terlihat Sugeng Rahayu keknya dulu namnaya Sumber Kencono yang berubah warna, segera kami naik,yang ada pada pikiran kami saat itu hanya yang penting sampai Surabaya dulu, karena terminal di Surabaya 24 jam dan akses kemanapun ada. :D
Menjelajahi kota melewati Provinsi, benar juga sampai di Terminal Purabaya Surabaya sekitar pukul 23.00 masih penuh orang yang hendak pergi ke berbagai tujuan, ada yang ke Malang, Bali, Jember dan yang lainnya. Setelah ke Toilet dan bingung memlih bus, Bus Akas adalah yang kami pilih untuk selanjutnya mengatar kami ke Probolinggo. Sekitar pukul 01.30 wib 24 Des 2012 sampailah kami di terminal Probolinggo, tak ada aktivitas, sepi, kami pun bingung "meh numpak opo tekan Bromo?ngoyak sunrise rek.." kami tanya beberapa orang yang kami temui disana dan ternyata angkutan ke Bromo terakhir adalah jam 6 sore "matiiiih *tepok jidat" .
setelah mikir dan berdikusi,dengan transportasi satu satunya,dengan tujuan untuk mengejar Sunrise kamipun memilih ojek, dengan biaya Rp, 75.000,- per orang, kamipun diantar sampai ke Pos Masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Selama kurang lebih satu setengah jam, Dingin dan Bintang Bintang menemani perjalanan kami, suasana yang damai dan tenang membuat hatiku sangat tentram.. :)

Mengganjal perut dengan nasi dan sayur, gilak, jam 3 pagi disana udah ada yang jualan makan. setelah sedikit makan, dengan hembusan nafas keluar asap, kami pun menggunakan ojek lagi untuk sampai ke tujuan kami, Penanjakan 1, mau pake Hartop eh kok sudah penuh semuanya. brum brum, melewati lautan kabut, padang pasir, jalan yang tak terlihat kemana arahnya, menembus kedinginan yang begitu menusuk demi satu tujuan sunrise pertama kami di Bromo. Jalan mulai naik, mulai meliuk, kabut mulai hilang dan bintang pun mulai terlihat lagi. Sampailah kami di penanjakan 1.

WOW.. penuh sesak, ratusan pasang mata, ratusan kamera berkumpul menanti Sunrise. "Lho sekarang kok jadi seperti ini,dulu gag ada pagarnya" kata Mas Komar. Penanjakan 1 ternyata kini sudah dikelilingi pagar, terdapat beberapa bangku yang menghadap ke timur.
Tik Tik Tik, jarum detik berputar, pukul 04.45 WIB langit sudah mulai berubah warna, hitam, biru tua,orange, jingga, bercampur secara alami membentuk gradasi indah pengiring datangnya mentari pagi. Dari mulut orang orang yang melihatnya terucap pujian bagi Sang Pencipta, Puji Tuhan, Subhanallah,ada juga yang mengatakan Luar Biasa, Apik Banget, Edyaaaan, dan ada pula yang hanya diam, tetapi tatapan matanya menunjukkan kekaguman. Alam benar benar indah,Keindahan yang kita nikmati tak bisa dibeli dengan apapun,tak bisa kita nikmati hanya dengan mendengar cerita teman teman kita, harus kita nikmati sendiri. Alam benar benar menyembuhkan, segala rasa capek, sakit, kesal, terhapus semua oleh keindahan alam ini, Mari kita jaga kelestarian alam ini.Cukup dengan membuang sampah pada tempatnya.. :D

Puncak Bromo menjadi tujuan kami berikutnya, harus dicapai dengan berjalan kaki, tapi enak kok, udah ada tangganya jadi ya gag begitu capek. Dari puncak Bromo kita bisa melihat luasnya padang pasir juga kawah Bromo sendiri, Kawasan Gunung Bromo merupakan kawasan yang disucikan oleh saudara kita, umat Hindu (ada bangunan mirip Pura juga), sering dipakai untuk beberapa perayaan, Kasada salah satunya (Memberikan sesajen kepada Sang Hyang Widhi, pada hari ke-14 dalam penanggalan jawa).
Saat itu banyak juga masyarakat Bali yang menyempatkan kepuncak Bromo sambil membawa sesajen, oleh karena itu mari kita yang ingin mengunjungi Bromo, jaga laku kita, jangan membuang sampah bungkus makanan juga botol minuman ke kawah Bromo, kita bisa menunjukkan solidaritas beragama juga menjaga indahnya alam ini.


 BE A GOOD VISITOR
JANGAN MENGAMBIL SESUATU KECUALI GAMBAR
JANGAN MENINGGALKAN APAPUN KECUALI JEJAK

Atas rekomendasi tukang ojek, kamipun melanjutkan ke Padang Savana,
Wuuiiiiiiiiiiiiihhhhhh, Hijau Men, kanan kiri depan belakang, hijau semua, luas banget, sepertinya Santiago Bernabeu kalah keren.. :D 
Bukit bukit nampak hijau, rumput nampak hijau, sayang saat itu langit lagi tidak tersenyum, bayangin kalo langitnya biru, bisa denger suara angin,melihat bunga Edelweis yang menari pasti kuereen banget. Lalu menatap ke langit sambil memejamkan mata, mengucap syukur.

Mumpung masih diberi waktu malamnya kami berkesempatan menginap disalah satu penginapan, udara dingin membuat menyeduh pop mie di warung menjadi sangat nikmat, sambil melihat berita, mendengarkan obrolan masyarakat Tengger. Saat hendak melakukan pembayaran di warung itu, Adit ternyata tertarik dengan seorang anak lelaki kecil yang sedang ngasahi piring,gelas, sendok, juga garpu, masih kecil, terlihat dari tubuhnya yang mungil mungkin dia masih kelas 2 SD. Adit ngobrol dengannya, saya pun ikut nimbrung ingin tau.Saya lupa namanya, disekolahnya, dikelasnya hanya ada beberapa orang murid, tidak lebih dari 20 orang. Anak itu begitu pintar ngobrol, tidak malu bercerita tentangnya, kehidupannya dan apa yang dia tau,tidak seperti anak anak seumuran pada umumnya yang ditanya malah lari. Lumayan banyak dia bercerita tentang hiburan dan kegiatannya setiap hari, tanpa banyak mainan robot robottan, mobil mobillan, bercerita bahwa disekolahnya ada guru yang galak,bercerita bahwa impiannya adalah menjadi pemain sepakbola, ceritanya memecah haruku malam itu,perasaan iba muncul, tangan anak itu yang kecil sudah membantu kerja orang tuanya, mencuci piring dan kawan kawannya. Sungguh mengharukan, kita harus lebih bersyukur dengan apapun yang kita miliki saat ini, seperti kita memiliki keluarga dan teman teman yang menyayangi kita. Benar kata Mas Iwan 9S10A bahwa kita tidak bisa memilih masa kecil kita, tetapi masa depan,kita sendiri yang bisa lukiskan. Berusaha dan percaya bahwa mimpi itu pasti terwujud.


BERHENTILAH DISINI
JIKA KAMU TAKUT UNTUK BERMIMPI

Esok paginya kami kembali meneruskan petualangan, jam 4 pagi, kami kembali mengunjungi Penanjakan 1 (belum puas), dan kesempatan kedua, tepatnya hari itu Natal 2012, kami mendapatkan Sunrise yang berbeda, tapi ditempat yang sama Penanjakan 1, kami sempat kecewa dan ingin segera turun karena yang terjadi adalah kabut atas, situasi dimana kita tidak melihat apapun di depan kita, hanya asap dan kabut. Tapi lama kelamaan kabut itu mulai hilang dan pemandangan menakjubkan kembali dapat kami lihat. "Kabutpun akan hilang dan berganti menjadi sesuatu yang luar biasa indah" . Momentnya dapet kataku. Cukup lama kami di Penanjakan 1 pagi itu, duduk sambil memandang sekeliling, memandang kabut bawah yang mulai hilang, merasakan teriknya sinar Matahari, keadaan yang tidak bisa kami rasakan setiap hari. Sungguh sungguh Mantap. Dan pasti saya mengucap syukur.

Melewati padang pasir, melewati padang savana, melewati jalan setapak, melewati jalan gulo kacang, kamipun menghirup udara Coban Pelangi, Coban Pelangi adalah sebuah air terjun lebih kecil dibanding air terjun pada Film UP, menurut informasi jika air terjunnya terkena sinar matahari maka muncullah Pelangi, sayang setelah berjalan 1 km , kami tidak mendapat moment itu karena cuaca memang mendung. Selanjutnya berpijaklah kami di Ranu Pani, yaap, Pos masuk pendakian Gunung tertinggi di Pulau Jawa "SEMERU yang puncaknya disebut MAHAMERU" , kami sempatkan makan siang di Ranu Pani, Bakso Malang porsi pendaki, Soto babat,bisa menjadi pilihan pengisi perut. Pemandangan yang berbeda ada di Ranu Pani, dari orang orang pribumi, Penjual Souvenir khas Semeru, Sopir beserta truknya, hingga Mahasiswa dan Pemuda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia Pendaki Gunung Semeru, semua bercengkramah dengan akrab. Tampak wajah puas dari para pendaki yang baru saja turun , tampak antusias dan semangat ala pejuang kemerdekaan pada mereka yang hendak mendaki, itu sungguh membuat saya kepincut. Mendaki Semeru Tahun 2013 telah saya tulis pada misi pribadi saya.

Tibalah saat pulang, sore itu hujan kami pertama kalinya memakai mantol plastik kresek 3000an harganya, dan suaranya berisik, tapi asik kok, kami diantar tukang ojek menuju Tongas untuk nyegat bus tujuan Surabaya.
Terminal Purabaya lagi,benar-benar terminal yang ramai, makan lagi dengan menu nasi padang sebelum kami bersalaman lalu berpisah. Saya naek bus Eka tujuan Magelang, sementara Adit dan Mas Komar naek bus Eka tujuan Solo. Pejalanan tak tergantikan. Sampai berjumpa lagi kawan, Kita kan bertemu lagi di petualangan luar biasa berikutnya.


Give Thanks to
TUHAN,pencipta langit bumi, dan segala keajaibannya
INDONESIA,negeri yang sangat Indah
ADIT,sang perencana
KOMAR,penunjuk jalan,fotografer
3 Tukang Ojek penuntun jalan
Eka Cepat, Sugeng Rahayu, Akas, angkot tumpangan





Penampakan 1 05.00 wib "Penanjakan 1,24 Des 12"Langit Sunrise
Yang terlihat disini adalah, sebelah kanan lautan kabut yang kami lewati untuk sampai ke Penanjakan
Sebelah kiri Pedesaan dan bukit disekitar Bromo.
 Rambatan kabut dipedesaan.

Penampakan 2 05.00 wib "Penanjakan 1,24 Des 12"Puncak gunung tertiggi yang terlihat, itulah Mahameru.
Bukit terdekat adalah Batok.
Yang mengepulkan asap itulah puncak Bromo.

Gaya Adit dilereng Batok
Kawah gunung Bromo
Padang savana nan hijau dilereng Bromo
Pemuda Tengger
Cengkramah Sok akrab

City Light, Car Light, Lautan Kabut

Panorama kawasan Bromo 1 , Selasa 25 Desember 2012 (Natal)

Panorama kawasan Bromo 2 , Selasa 25 Desember 2012 (Natal)
Panorama kawasan Bromo 3 , Selasa 25 Desember 2012 (Natal)
Laut kabut sudah tiada

 Penghormatan untuk alam ini

KKN UGM sampe sini, keren
Pasti dilewati para kru film 5cm

Air Terjun Coban Pelangi
Tumpang, Malang
Jawa Timur





Saturday, January 05, 2013

Lirik lagu

Gigi Cintailah Mereka

 

Cintailah cinta mereka
Sayangilah sayang mereka
Sebagai tanda ketulusan
Yang diinginkan mereka
Kadang manusia kan mengalami dan melaluinya
Dan kadang manusia tak menerima dan merelakannya
Satu saat kita bisa mendapatkan cobaan itu
Coba berpikir dalam bila mendapatkan cobaan itu
Cintailah cinta mereka
Sayangilah sayang mereka
Sebagai tanda ketulusan
Yang diinginkan mereka
Tertawalah lepas dengannya
Menyanyilah indah dengannya
Kita sama sama-sama yang tercantik dan sempurna
Kau yang terbaik
Berdiri tegak hadapi
Semua cobaan yang diberikannya
Kamulah pelangi kalbu
Dalam hati sempurna yang sesungguhnya


 CoPas : Gudang Lagu