Thursday, January 17, 2013

It's Bromo


23 - 25 Desember 2012 Tak pernah disangka kalo saya akan benar benar mengunjunginya "Bromo", dengan itu pula saya sudah membubuhkan satu tanda centang pada salah satu misi pribadi saya.

Benar benar diluar dugaan, dan suatu perjalanan yang tak tergantikan. Sebenarnya rencana semula adalah ke Semeru, tetapi mengingat lagi musim hujan dan mendengarkan nasehat dari beberapa kawan, jadi rencana untuk ke Semeru kita pending dulu, tapi tetep kok menujunya ke Jawa Timur, dan ke tetangganya Semeru, BROMO.. :D
Tempat yang pernah saya impikan dulu, senang sekali hati ini bisa benar2 menginjakkan kaki disana.

Tidak pasti, bimbang , tanpa rencana yang matang, itulah yang terjadinya beberapa hari sebelum hari keberangkatan kami, "kesibukan dan kejar target" benar benar membuat kami merasa capek dan tak punya waktu luang, menyebabkan komunikasi yang kurang lancar. 

Hanya bermodal nekat,23 Desember 2012 Pukul 04.00 Waktu Magelang, naek travel duduk disamping pak kusir dan hanya berdua, kami pun meluncur ke Solo, janjian untuk ketemu dengan seorang teman saya Adit (teman yang baru ketemu beberapa kali) di Nasmoco Solo Baru.
Setelah sampai di Solo sekitar jam 7 kayaknya, menempuh perjalanan Magelang-Jogja-Klaten-Solo. mengingat sedikit kenangan di Jogja, disuguhi pemandangan gunung merapi beserta sawahnya, sungguh indah pagi itu. Saya juga menemukan satu titik dimana bisa mamandang Merapi dengan View yang berbeda, yang biasanya ditemani pemandangan hijaunya sawah, yang ini ditemani Panjang jalan raya ringroad, juga lampu lampu kota, tepatnya di pertigaan habisnya Jl Ringroad Utara (kekanan arah Amplas ke kiri arah Bandara) waktu itu masih sekitar jam setengah 6 pagi, dan sungguh Indah, sesuatu yang berbeda.. :)

Sampai di Solo saya turun di Sriwedari, Jl. Slamer Riyadi, minggu jalan yang biasanya dipakai lalu lalang kendaraan bermotor pagi itu dipadati Pejalan kaki, ribuan, anak anak sampe yang tua dan berkursi roda pun tumpah ruah disana. Bukan polusi tapi senyuman bahagia yang terdapat di tempat itu. Sebelum ke Solo baru, saya sempatkan untuk bertemu sahabat saya yang sudah kira kira tiga tahun tak bersua,orang Kebumen kuliah di UNS, yang dulu sama sama berjuang di gubug derita untuk masuk STAN,tpi akhirnya karam semua..
Ridwan lebih akrab disapa Kancil, Bertemu di meriam Sriwedari jabat tangan dan pelukan membuka pertemuan kami, lalu menyusuri jalan sambil banyak bertukar cerita, makan pecel Madiun bersama, menambah kebahagiaanku pagi itu. dan ku minta sekalian dia untuk mengantarku ke Nasmoco Solo Baru, ditanya keberatan dan tentu saja dia menjawab tidak. Kamipun berpisah setelah sampai di Nasmoco Solo Baru, jabat tangan, ucapan terima kasih, dan sampai bertemu lagi di lain waktu sahabatku Ridwan a.k.a Kancil salam untuk Bindenk, Ode dan juga Panjoel.. :)

Adit memang selalu sibuk, menjelang Natal banyak Customernya minta unit segera di delivery semuanya serba Urgent, dan itu jugalah yang membuat kami tak berkomunikasi untuk mematangkan rencana kami ke Bromo.
Setelah menunggu Adit menyelesaikan pekerjaannya dan makan siang kami pun langsung cuus ke Terminal Tirtonadi bertemu salah seorang teman dari Adit yang akan menjadi tumpuan kami untuk sampai ke Bromo, tentu lha wong wes tau neng Bromo.
Mas Komar ato Qomar ya namanya, :D
Kondisi terminal yang rame membuat kami bingung dan was was apakah kami dapat bus atau tidak, dan dari kejauhan terlihat Sugeng Rahayu keknya dulu namnaya Sumber Kencono yang berubah warna, segera kami naik,yang ada pada pikiran kami saat itu hanya yang penting sampai Surabaya dulu, karena terminal di Surabaya 24 jam dan akses kemanapun ada. :D
Menjelajahi kota melewati Provinsi, benar juga sampai di Terminal Purabaya Surabaya sekitar pukul 23.00 masih penuh orang yang hendak pergi ke berbagai tujuan, ada yang ke Malang, Bali, Jember dan yang lainnya. Setelah ke Toilet dan bingung memlih bus, Bus Akas adalah yang kami pilih untuk selanjutnya mengatar kami ke Probolinggo. Sekitar pukul 01.30 wib 24 Des 2012 sampailah kami di terminal Probolinggo, tak ada aktivitas, sepi, kami pun bingung "meh numpak opo tekan Bromo?ngoyak sunrise rek.." kami tanya beberapa orang yang kami temui disana dan ternyata angkutan ke Bromo terakhir adalah jam 6 sore "matiiiih *tepok jidat" .
setelah mikir dan berdikusi,dengan transportasi satu satunya,dengan tujuan untuk mengejar Sunrise kamipun memilih ojek, dengan biaya Rp, 75.000,- per orang, kamipun diantar sampai ke Pos Masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Selama kurang lebih satu setengah jam, Dingin dan Bintang Bintang menemani perjalanan kami, suasana yang damai dan tenang membuat hatiku sangat tentram.. :)

Mengganjal perut dengan nasi dan sayur, gilak, jam 3 pagi disana udah ada yang jualan makan. setelah sedikit makan, dengan hembusan nafas keluar asap, kami pun menggunakan ojek lagi untuk sampai ke tujuan kami, Penanjakan 1, mau pake Hartop eh kok sudah penuh semuanya. brum brum, melewati lautan kabut, padang pasir, jalan yang tak terlihat kemana arahnya, menembus kedinginan yang begitu menusuk demi satu tujuan sunrise pertama kami di Bromo. Jalan mulai naik, mulai meliuk, kabut mulai hilang dan bintang pun mulai terlihat lagi. Sampailah kami di penanjakan 1.

WOW.. penuh sesak, ratusan pasang mata, ratusan kamera berkumpul menanti Sunrise. "Lho sekarang kok jadi seperti ini,dulu gag ada pagarnya" kata Mas Komar. Penanjakan 1 ternyata kini sudah dikelilingi pagar, terdapat beberapa bangku yang menghadap ke timur.
Tik Tik Tik, jarum detik berputar, pukul 04.45 WIB langit sudah mulai berubah warna, hitam, biru tua,orange, jingga, bercampur secara alami membentuk gradasi indah pengiring datangnya mentari pagi. Dari mulut orang orang yang melihatnya terucap pujian bagi Sang Pencipta, Puji Tuhan, Subhanallah,ada juga yang mengatakan Luar Biasa, Apik Banget, Edyaaaan, dan ada pula yang hanya diam, tetapi tatapan matanya menunjukkan kekaguman. Alam benar benar indah,Keindahan yang kita nikmati tak bisa dibeli dengan apapun,tak bisa kita nikmati hanya dengan mendengar cerita teman teman kita, harus kita nikmati sendiri. Alam benar benar menyembuhkan, segala rasa capek, sakit, kesal, terhapus semua oleh keindahan alam ini, Mari kita jaga kelestarian alam ini.Cukup dengan membuang sampah pada tempatnya.. :D

Puncak Bromo menjadi tujuan kami berikutnya, harus dicapai dengan berjalan kaki, tapi enak kok, udah ada tangganya jadi ya gag begitu capek. Dari puncak Bromo kita bisa melihat luasnya padang pasir juga kawah Bromo sendiri, Kawasan Gunung Bromo merupakan kawasan yang disucikan oleh saudara kita, umat Hindu (ada bangunan mirip Pura juga), sering dipakai untuk beberapa perayaan, Kasada salah satunya (Memberikan sesajen kepada Sang Hyang Widhi, pada hari ke-14 dalam penanggalan jawa).
Saat itu banyak juga masyarakat Bali yang menyempatkan kepuncak Bromo sambil membawa sesajen, oleh karena itu mari kita yang ingin mengunjungi Bromo, jaga laku kita, jangan membuang sampah bungkus makanan juga botol minuman ke kawah Bromo, kita bisa menunjukkan solidaritas beragama juga menjaga indahnya alam ini.


 BE A GOOD VISITOR
JANGAN MENGAMBIL SESUATU KECUALI GAMBAR
JANGAN MENINGGALKAN APAPUN KECUALI JEJAK

Atas rekomendasi tukang ojek, kamipun melanjutkan ke Padang Savana,
Wuuiiiiiiiiiiiiihhhhhh, Hijau Men, kanan kiri depan belakang, hijau semua, luas banget, sepertinya Santiago Bernabeu kalah keren.. :D 
Bukit bukit nampak hijau, rumput nampak hijau, sayang saat itu langit lagi tidak tersenyum, bayangin kalo langitnya biru, bisa denger suara angin,melihat bunga Edelweis yang menari pasti kuereen banget. Lalu menatap ke langit sambil memejamkan mata, mengucap syukur.

Mumpung masih diberi waktu malamnya kami berkesempatan menginap disalah satu penginapan, udara dingin membuat menyeduh pop mie di warung menjadi sangat nikmat, sambil melihat berita, mendengarkan obrolan masyarakat Tengger. Saat hendak melakukan pembayaran di warung itu, Adit ternyata tertarik dengan seorang anak lelaki kecil yang sedang ngasahi piring,gelas, sendok, juga garpu, masih kecil, terlihat dari tubuhnya yang mungil mungkin dia masih kelas 2 SD. Adit ngobrol dengannya, saya pun ikut nimbrung ingin tau.Saya lupa namanya, disekolahnya, dikelasnya hanya ada beberapa orang murid, tidak lebih dari 20 orang. Anak itu begitu pintar ngobrol, tidak malu bercerita tentangnya, kehidupannya dan apa yang dia tau,tidak seperti anak anak seumuran pada umumnya yang ditanya malah lari. Lumayan banyak dia bercerita tentang hiburan dan kegiatannya setiap hari, tanpa banyak mainan robot robottan, mobil mobillan, bercerita bahwa disekolahnya ada guru yang galak,bercerita bahwa impiannya adalah menjadi pemain sepakbola, ceritanya memecah haruku malam itu,perasaan iba muncul, tangan anak itu yang kecil sudah membantu kerja orang tuanya, mencuci piring dan kawan kawannya. Sungguh mengharukan, kita harus lebih bersyukur dengan apapun yang kita miliki saat ini, seperti kita memiliki keluarga dan teman teman yang menyayangi kita. Benar kata Mas Iwan 9S10A bahwa kita tidak bisa memilih masa kecil kita, tetapi masa depan,kita sendiri yang bisa lukiskan. Berusaha dan percaya bahwa mimpi itu pasti terwujud.


BERHENTILAH DISINI
JIKA KAMU TAKUT UNTUK BERMIMPI

Esok paginya kami kembali meneruskan petualangan, jam 4 pagi, kami kembali mengunjungi Penanjakan 1 (belum puas), dan kesempatan kedua, tepatnya hari itu Natal 2012, kami mendapatkan Sunrise yang berbeda, tapi ditempat yang sama Penanjakan 1, kami sempat kecewa dan ingin segera turun karena yang terjadi adalah kabut atas, situasi dimana kita tidak melihat apapun di depan kita, hanya asap dan kabut. Tapi lama kelamaan kabut itu mulai hilang dan pemandangan menakjubkan kembali dapat kami lihat. "Kabutpun akan hilang dan berganti menjadi sesuatu yang luar biasa indah" . Momentnya dapet kataku. Cukup lama kami di Penanjakan 1 pagi itu, duduk sambil memandang sekeliling, memandang kabut bawah yang mulai hilang, merasakan teriknya sinar Matahari, keadaan yang tidak bisa kami rasakan setiap hari. Sungguh sungguh Mantap. Dan pasti saya mengucap syukur.

Melewati padang pasir, melewati padang savana, melewati jalan setapak, melewati jalan gulo kacang, kamipun menghirup udara Coban Pelangi, Coban Pelangi adalah sebuah air terjun lebih kecil dibanding air terjun pada Film UP, menurut informasi jika air terjunnya terkena sinar matahari maka muncullah Pelangi, sayang setelah berjalan 1 km , kami tidak mendapat moment itu karena cuaca memang mendung. Selanjutnya berpijaklah kami di Ranu Pani, yaap, Pos masuk pendakian Gunung tertinggi di Pulau Jawa "SEMERU yang puncaknya disebut MAHAMERU" , kami sempatkan makan siang di Ranu Pani, Bakso Malang porsi pendaki, Soto babat,bisa menjadi pilihan pengisi perut. Pemandangan yang berbeda ada di Ranu Pani, dari orang orang pribumi, Penjual Souvenir khas Semeru, Sopir beserta truknya, hingga Mahasiswa dan Pemuda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia Pendaki Gunung Semeru, semua bercengkramah dengan akrab. Tampak wajah puas dari para pendaki yang baru saja turun , tampak antusias dan semangat ala pejuang kemerdekaan pada mereka yang hendak mendaki, itu sungguh membuat saya kepincut. Mendaki Semeru Tahun 2013 telah saya tulis pada misi pribadi saya.

Tibalah saat pulang, sore itu hujan kami pertama kalinya memakai mantol plastik kresek 3000an harganya, dan suaranya berisik, tapi asik kok, kami diantar tukang ojek menuju Tongas untuk nyegat bus tujuan Surabaya.
Terminal Purabaya lagi,benar-benar terminal yang ramai, makan lagi dengan menu nasi padang sebelum kami bersalaman lalu berpisah. Saya naek bus Eka tujuan Magelang, sementara Adit dan Mas Komar naek bus Eka tujuan Solo. Pejalanan tak tergantikan. Sampai berjumpa lagi kawan, Kita kan bertemu lagi di petualangan luar biasa berikutnya.


Give Thanks to
TUHAN,pencipta langit bumi, dan segala keajaibannya
INDONESIA,negeri yang sangat Indah
ADIT,sang perencana
KOMAR,penunjuk jalan,fotografer
3 Tukang Ojek penuntun jalan
Eka Cepat, Sugeng Rahayu, Akas, angkot tumpangan





Penampakan 1 05.00 wib "Penanjakan 1,24 Des 12"Langit Sunrise
Yang terlihat disini adalah, sebelah kanan lautan kabut yang kami lewati untuk sampai ke Penanjakan
Sebelah kiri Pedesaan dan bukit disekitar Bromo.
 Rambatan kabut dipedesaan.

Penampakan 2 05.00 wib "Penanjakan 1,24 Des 12"Puncak gunung tertiggi yang terlihat, itulah Mahameru.
Bukit terdekat adalah Batok.
Yang mengepulkan asap itulah puncak Bromo.

Gaya Adit dilereng Batok
Kawah gunung Bromo
Padang savana nan hijau dilereng Bromo
Pemuda Tengger
Cengkramah Sok akrab

City Light, Car Light, Lautan Kabut

Panorama kawasan Bromo 1 , Selasa 25 Desember 2012 (Natal)

Panorama kawasan Bromo 2 , Selasa 25 Desember 2012 (Natal)
Panorama kawasan Bromo 3 , Selasa 25 Desember 2012 (Natal)
Laut kabut sudah tiada

 Penghormatan untuk alam ini

KKN UGM sampe sini, keren
Pasti dilewati para kru film 5cm

Air Terjun Coban Pelangi
Tumpang, Malang
Jawa Timur





5 comments:

  1. Hmm to..Kowe ora ngajak ngajak :(

    ReplyDelete
  2. Masih ada banyak waktu kawan.. :D

    ReplyDelete
  3. iyo.... kieee... ra ngajak-ngajak.....

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Cantik banget kakak.. orang Malang ya kak? GamaNanta apa sih? boleh tau?

      Delete