Tuesday, April 23, 2013

Selamat Pagi Kota Batu

Tak akan dapat dipungkiri jika kelak kita akan mempunyai satu rasa yang sama,
yaitu rindu yang mendalam untuk berkumpul dan saling berbagi lagi

Jum'at 05 April 2013, Pagi sekitar pukul 06.00 WIB kami tiba di Stasiun Kota Baru Malang. Setelah melakukan perjalanan menggunakan Kereta Api Malioboro Exprees dari Stasiun Tugu Yogyakarta dengan jadwal keberangkatan  hari Kamis 04 April 2013 pukul 22.00 WIB. Saya, Anung, Sofyan, Luki, Ikba dan Angga adalah para pemuda yang terlibat pada petualangan kali ini. Kami semua dibesarkan di Magelang dan telah menjadi keluarga selama kurang lebih satu sampai tiga tahun karena senasib untuk menimba Ilmu di Kota Pendidikan Yogyakarta.

Anung @anugrah432 ,saat ini merupakan mahasiswa tingkat akhir AA YKPN, pintar mencari uang terutama pada akhir pekan.Setelah menyelesaikan UTSnya, ia melakukan perjalanan ini bersama kami.
Sofyan @sofianPT ,akrab disapa Ucup, teman satu SMA saya, teman menikmati malam minggu di Magelang, Mahasiswa Jurusan Arsitektur UII.
Luki @hermawanluki ,akrab disapa Suploh, Sponsorsip pejalanan kali ini, Pegawai PT. PP yang sedang mengerjakan proyek jembatan kembar di Samarinda, harus mengambil cuti untuk melakukan perjalanan kali ini.
Ikba @ikbazu ,Merelakan membohongi teman KKNnya demi perjalanan kali ini, takut ganti status di bbm. Berniat tidak ikut, tapi akhirnya ikut juga, luluh pada detik2 terakhir.
Angga @anggasatriaCR7 ,Sudah nyelengi, Menggebu gebu, harus meninggalkan Ranger Pinknya untuk perjalanan kali ini.
Dan saya sendiri Dion @dionbernabeu ,ikut perjalanan kali ini karena saya merupakan seorang yang Humoris, Romantis dan Fantastis. 
Sebenernya masih ada satu lagi anggota keluarga kami yaitu @Rezza_kurniawan tapi berhalangan untuk ikut. Di Yogyakarta kami hidup dibawah satu atap kontrakan, menghabiskan waktu bersama dalam suka dan duka, So, kita sudah mengenal karakter satu sama lain, mengenal kelebihan dan kekurangan masing masing individu.

Yogyakarta dan harinya telah menjadikan kita sebuah keluarga,
yang ceritanya kita tulis dihati kita masing-masing dan itu adalah cerita yang bahagia

Sampai di Stasiun Kota Baru Malang langsung deh muncul masalah, perdebatan kapan kita akan pulang, terutama Luki, karena keterbatasan waktu cuti, dia ingin pulang Minggu pagi (sedangkan saya ingin pulang minggu sore, lebih lama kalau perlu) dari Malang lalu sampai Minggu sore di Yogyakarta, biasa, seorang anak rantau yang terkendala jarak dengan wanita pujaannya di Yogyakarta, maklum hanya bisa ketemu kalau pas si Luki ambil cuti, kami jadi merasa bersalah karena cutinya lebih lama dihabiskan bersama kami, tapi tak apalah demi Malang, Batu dan Bromo, sorry ya Ploh.hahaha. :D
Akhirnya kami memutuskan untuk pulang naek bus dengan waktu sore hari, untuk kemudian sampai pagi hari di Yogyakarta.
Setelah menyantap soto didepan stasiun, kami melanjutkan perjalanan dengan angkot biru kode ADL yang banyak terdapat didepan stasiun menuju terminal Landungsari, dibawa pak sopir angkot menelusuri jalan Kota Malang, melewati sekolah sekolah, Balai Kota Malang, Stadion Gajayana, Universitas Brawijaya akhirnya kami sampai di terminal Landungsari, atas rekomendasi pak sopir, kami naik angkot ungu untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan kami, Kota Wisata Batu.

Turun dari angkot di Alun-alun Kota Batu, Bianglala raksasa, Bangunan hijau berbentuk buah apel, Bangunan merah berbentuk strawberry, Tulisan besar berkata Kota Wisata Batu menyambut kami diiringi arakan awan mendung. Kami duduk dikursi merah sambil menikmati sejuknya udara Kota ini, kami semua baru pertama kali menginjakkan kaki di Kota ini.
Dengan bermodal gadget seadanya, Luki berhasil mendapatkan penginapan berjudul Hotel Ragil Kuning dengan tarif yang sepengetahuan saya 100.000 per malam, dan untuk satu kamar bisa ditempati 3 orang.
Setelah melepas lelah perjalanan,jam 2 siang kami meluncur menuju Jatim Park 1, menggunakan angkot lagi dengan tarif 30.000 untuk 6 orang, kami diantar sampai di depan pintu masuk Jatim Park 1. (Eling Ora Podo Jemuahan to Rek??)
Kami menggunakan Promo saat itu, Paket Sakti namanya, dengan 150.000 kami sudah bisa masuk ke Jatim Park 1,2 Eco Park dan BNS dengan waktu 2 hari.

Diawali dengan memukul gong terbesar ke 2 di Indonesia kami memasuki kawasan wisata JatimPark 1, suasananya sepi tidak seramai week end. Kami menelusuri rute Jatim Park 1 yang banyak didapati edukasi seperti ajaran tentang kebudayaan, alat-alat peraga fisika, tabel atom kimia, replika peninggalan sejarah serta beberapa hewan seperti serangga. Setelah itu kami mencoba beberapa wahana dan pendulum sudah cukup merontokkan mental saya, karena juga perut kami kosong. Kami hanya bisa mencoba beberapa Wahana saja dikarenakan hari hujan juga sudah kesorean dan jam 5 sore Jatim Park 1 tutup. Menurut saya wahana di Jawa Timur Park 1 lebih menantang adrenalin daripada di JatimPark2 dan BNS.

Memutuskan dengan berjalan kaki kami otw ke BNS, rasanya frustasi karena ternyata jauh juga jarak antara Jatim Park 1 dan BNS, tapi akhirnya kami sampai juga sekitar pukul 6 di BNS, dengan sedikit bantuan ngeblek dan banyak bantuan dari kaki kami untuk berjalan kaki. Menikmati malam gerimis yang romantis di BNS mencoba beberapa wahana salah satunya 4D, lalu melanjutkan dengan foto foto gagal, karena yang jepret amatir di Taman Lampion BNS. Menyantap makan malam di food court BNS ditemani pertunjukkan air juga live music. Setelah itu sekitar pukul 10 malam kami keluar dari kawasan BNS, bingung lagi gimana caranya pulang karena jam segitu sudah tiada angkot berkeliaran, untung ada Anung dan Angga yang telah mendapat kenalan salah seorang satpam disana sehingga beliau mau mengantarkan kami sampai ke hotel dengan tarif 50.000, Pak .... namanya. Sesampai di Hotel kami langsung berbaring melepas lelah karena esok paginya kami harus melanjutkan petulangan lagi.

Dengan saling mengerti dan tetap tersenyum,
kita dapat membuat perjalanan bersama yang berarti luar biasa

Selamat Pagi Gunung Panderman, Selamat Pagi Kota Batu, ucapku seraya bersyukur pagi itu. Selama di Batu saya selalu mencari tau dimana itu Gunung Panderman lalu dimana itu Gang Buntu karena saya sudah keracunan novel berjudul 9 Summers 10 Autumns karya Bang Iwan Setyawan yang tinggal di Gang Buntu di kaki Gunung Panderman. Dan akhirnya saya menemukan keduanya, Gang Buntu tidak jauh jaraknya dari alun alun Kota Batu, dan memang Gunung Panderman begitu hijau, begitu sejuk terlihat, sama seperti apa yang saya rasakan saat menbaca novel 9 Summers 10 Autumns.
Sarapan lagi dideket Balai Kota Batu, dan soto lagi, entah kenapa kami hobby banget sama soto, sarapan di Jogjapun di dominasi Soto. Pak HM kalau tidak salah nama si empunya Soto,sudah berjuallan selama kurang lebih 3 tahun alasannya karena perusahaan tempatnya bekerja telah gulung tikar, rasa sotonya enak, bakulnya juga senang berbagi cerita dan banyak membantu mamberi informasi kepada kami.
Naek angkot berwarna hijau jurusan Batu-Songgoriti, dengan tarif 30.000 lagi untuk 6 orang kami diantar sampai ke pintu masuk Eco Green Park.

Patung Bumblee Bee Tranformers melambaikan tangannya kepada kami dari kejauhan. Kembali menelusuri rute di Eco Green Park, kami disuguhi beberapa jenis satwa langka dari hewan darat sampai jenis burung berwarna warni yang mengagumkan mata, dari kolam air yang bisa bermain musik sampai kebeberapa contoh kejadian alam seperti pasang surut air, gempa bumi dan rumah terbalik, dari foto bersama elang, memberi makan bebek dan ikan guedhee sampai ke pintu keluar. Merupakan perjalanan yang melelahkan namun memberi banyak ilmu dan pengetahuan.
Melewati Jembatan merah penghubung bertuliskan Batu Secret Zoo yang tidak lain adalah pintu masuk ke Jatim Park 2.
Jatim Park 2 juga merupakan sebuah kebun binatang yang melindungi banyak binatang, semua jenis binatang ada disana, mau cari kuda nil? ada. Mau cari Jerapah? ada. Mau cari ikan badut nemo? ada juga. Komplit pokoknya jenis hewan yang ada di Jatim Park 2, lengkap dengan statusnya apa hewan itu dilindungi atau masih banyak berkeliaran. Setelah puas berjalan kami menikmati beberapa wahana yang disediakan gratis di Jatim Park 2, naek jet coster mini, saat diatas kami disuguhkan pemandangan yang indah terlihat gunung beserta panoramanya yang luar biasa. Dan untuk pertama kalinya mencoba ATV dengan tarif 20.000 untuk sekali putaran. Petualangan di Jatim Park 2 kami tutup dengan menjelajah museum satwa yang bangunannya besar mirip gedung putih di Amerika.

Sore harinya kami sudah sampai di alun alun Kota batu, ceritanya mau malem mingguan di Alun Alun Kota Batu. Setelah mencicipi ketan Legenda yang katanya belum komplit ke Batu kalo gag mencicipi thu ketan, ketan disini beda karena disajikan dengan menggunakan susu, mesis dan keju, mak nyuuus kalo kata Pak Bondan Winarno.
Membeli beberapa oleh-oleh di Toko 29 berupa makanan khas Kota Batu, seperti yang sudah terkenal kripik apel berlabel Selecta dengan harga seribu per gramnya, Kripik ketela ungu, Kripik buah naga, serta beberapa bungkus jenang dodol apel, hmmmm, lumayan boros, tak apalah buat buah tangan orang orang tercinta dirumah. Malam Minggu di alun alun Kota Batu benar benar ramai, penerangan yang indah membuat alun alun Kota Batu itu mengagumkan, apalagi jika kita naek bianglalanya dengan tarif 3000 per orang sekali putaran, citylight di belakang masjid sangatlah mempesona. Oh iya, ada dua kenangan saat kami dialun alun Kota Batu yang mungkin tidak akan saya lupakan, yaitu nggotong kardus berisi oleh oleh yang membuat ditertawakan ibu penjaga tiket bianglala, jadi berasa mudik saat musim lebaran, dan juga kami kena teguran seorang bapak karena memberikan tiket dengan tangan kiri. "Mas kita itu orang jawa, jadi pakai tangan kanan yaa" plaaaak, terima kasih pak sudah diingettin, semoga kita tidak mengulanginya lagi dimanapun itu. Menjaga dan melestarikan kebudayaan!!

Kita belajar bersama kepada sebuah petualangan seperti ini,
yang kelak akan membawa kita pada canda dan tawa saat kita berjumpa lagi

7 April 2013 Dini hari sekitar jam setengah satu pagi kami sudah tiba di depan Balai Kota Malang diantar sama Pak Satpam yang kami temui di BNS dengan tarif 150.000 (Batu-Malang). Kami menunggu Pak Leksono, driver jeep yang akan menjadi bagian petualangan kami di Bromo. Kami dapat Jeep dengan tarif 800.000 menunya Penanjakan 1, Bromo, Pasir Berbisik dan Padang Savana, cukup mahal kami rasa, tapi karena saya pernah ke Bromo, saya rasa harga segitu pas melihat medan yang sulit dan parah. Eh tapi kalo bisa ya tetep pengen lebih murah,hahaha, satu jeep muat ditumpaki 7orang termasuk driver. Start dari Malang jam 1 Pagi, sampai di penanjakan pukul 4 Pagi, Di Perjalanan kami harus melewati jalan berbatu yang rusak dan gelap, Padang pasir yang luas, dengan hanya beberapa meter kedepan jarak pandang, tetapi langit dini hari kala itu memang memaksa saya harus bersyukur, bintang bintang yang bertaburan menghiasi langit malam terasa begitu dekat menemani perjalanan kami, suasananya begitu sejuk, damai dan tenang.
  
Minggu di penanjakan 1 begitu ramai, wisatawan mancanegara dan domestik memadati tiap sudut view di Penanjakan 1. Cuaca yang semula cerah tiba tiba mendadak mendung berkabut, hujan gerimispun turun, saya yakin kebanyakan orang pasti kecewa karena gagal melihat pemandangan sunrise indah khas Penanjakan Bromo. Begitulah Alam, tidak pernah pasti, tidak ada yang bisa menduga, kita manusia hanya bisa memperkirakan dan berharap dengan cara berdoa. "Bromonya kalo yang liat rame itu malu" canda Pak Leksono. Karena hari hujan dan kemampuan badan yang sudah capek kami tidak melihat kawah Bromo, mengingat kami harus berjalan cukup jauh dan menapaki ribuan anak tangga untuk dapat sampai ke puncak gunung Bromo, kami hanya sedikit berpose di sekitar batok dan Pura Luhur Poten. Pose pose lagi di hamparan gurun pasir yang akrab disapa Pasir berbisik lalu di Padang savana hijau. Masih seperti silaturahmi saya sebelumnya, kedua tempat itu masih tetap indah dan mengagumkan, Karya dan Anugrah dari Tuhan untuk Negeri kami, Indonesia.

Pukul 11 siang kami memutuskan untuk turun menuju terminal Arjosari untuk cari bus ke Surabaya, karena bus Surabaya ke Yogyakarta lebih mudah untuk didapat. Makan nasi campur di pinggir jalan serasa begitu nikmat dan begitu penuh syukur, enaak tenaan rek rasane. Dengan Bus Restu Panda kami menuju Terminal Purabaya, dengan Bus Eka kami menuju Yogyakarta, sekitar pukul satu dini hari, senin 8 April 2013 kami sampai  di kontrakan, Kontrakan Goyang, Jalan Kaliurang km. 5.5, masuk gang sebelah RM Padang Sederhana, Gerbang Hijau kiri jalan sebelah Foodfest. Mandi lalu merebahkan badan, kami sudah siap kembali lagi ke rutinitas semula, Bekerja demi sesuap nasi dan Ngampus!! Tak hanya demi gelar di belakang nama kami, juga demi tanggung jawab kami kepada orang tua, serta supaya orang tua dapat merasakan dan mempunyai rasa bangga.

Terima kasih harus kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kita sudah diberi kesehatan dan keselamatan selama perjalanan ini, kita juga sudah diijinkan melihat MahakaryaNya untuk Indonesia yang begitu luar biasa. Terima kasih untuk Bapak dan Ibuk di rumah yang telah mengijinkan kami. Terima kasih juga buat orang-orang hebat yang kita temui selama perjalanan Buat bapak bapak sopir angkot, Pak Irham karena telah mempertemukan kita dengan Pak Leksono, Pak HM Soto, Pak Soto depan stasiun, Pak Nasi Goreng Alun Alun Batu, Ketan Legenda, Bapak yang kasih tumpangan kita buat ngebleek, Bakul ojek yang membawa nastalgia kita ke masa 90an, Pak Satpam yang saya lupa namanya, Hotel Ragil Kuning dan masih banyak lagi. Terima Kasih buat Inspirasi saya Mas Iwan 9S10A, saya ingin mendalami lagi Kota kelahiranmu, melihat desa-desa kecil diatas Selecta yang lucu seperti katamu. Terima kasih buat para pemuda sahabat saya, Luki,Anung,Sofyan,Angga dan Ikba kalian benar benar luar biasa. Mari kita berpetualang lagi. Pengalaman tak terlupakan. Ingat kawan sebentar lagi kita akan menempuh jalan kita masing masing, menuju dunia yang lain, mempersiapkan hari tua kita, jangan lupa tetap berdoa dan berusaha karena kita pasti akan terjatuh, tetaplah yakin dan percaya pada keyakinan kita, pada impian kita. Semoga kesuksessan selalu beserta kita.
Terima kasih Kota Batu, Kota Malang, Gunung Bromo. Terima Kasih Indonesia. 

Biarlah setiap orang menulis cerita hidupnya disebuah buku bernama hati,
menyimpannya rapi di rak yang bernama hati pula,
karena pasti suatu saat nanti akan ada saatnya dimana kita ingin membuka dan membacanya lagi 


Beberapa kontak person, yang mungkin dapat membantu :

Pak Mustari sopir angkot hijau,beliau bisa membantu untuk muter-muter kota Batu (0341) 9177918
Pak Sopir Angkut Ungu juga bisa bantu untuk muter-muter 082139225361
Hotel Ragil Kuning (0341) 593051

Malam minggu Kota Wisata Batu
Gunung Panderman

Padang Savana Lembah Gunung Bromo
 BNS Batu NightSpectacular

Gong Terbesar ke 2 di JatimPark 1
Sumpah Pemuda Indonesia, Jawa Timur Park 1

Anugrah Widiyanto di Eco Park
Agung Gidion di JatimPark 2
Angga Satria di bawah Gunung Batok
Ikba Zudinta bermain ATV di JatimPark 2
Sofyan Priya waktu Ngeblek

 Hermawan Luki di Pasir Berbisik Bromo

 Foto Keluarga
Foto Keluarga



7 comments:

  1. Terima Kasih Semua Keluargaku...Liburan Yang Mengesankan...Sampai Jumpa Di Liburan Selanjutnya..

    ReplyDelete
  2. what a great adventure bro..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Koe sido kan? Mampir Kawah Ijen sekalian Nduul... hihihi

      Delete
  3. Jangan kapok datang ke Malang dan Batu ya Mas.
    Semua tempat yang Mas ulas udah kami datangi juga, kecuali Jatim Park 2.
    Weks jalan kaki dari Jatim Park 1 ke BNS? :D jauh bingiit itu Mas kok nekat he3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa Mas Ihwan.. Batu itu owsome banget.. sekarang sudah ada museum angkut juga Mas.. Jadi harus kesana lagi nih.. Kangen ketan legendanya.. hehehe..
      Beneran. serius. jalan kaki. dan rasanya menyesal memilih jalan kaki.. jauh banget.. :D

      Delete
  4. Sekarang saya tahu tempat-tempat wisata apa saja yang mesti saya kunjungi kalau saya pergi ke Batu :hehe. Terima kasih!

    (pwgara.wordpress.com)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Batu gak akan habis Mas.. Keren tuh Kota Wisata.
      Makan ketan di alun2nyapun sudah ngangenin Mas.. hihi

      Delete