Thursday, May 16, 2013

Bahari Bumi Kartini "Karimun Jawa"

Gapura Taman Nasional Karimun Jawa

Sehari setelah selesainya petualanganku menjelajahi Batu, Malang dan Gunung Bromo, setelah saya sampai dirumah. Siang itu, saat sedang tidur siang dikamar orang tua saya tercinta, melepas lelah setelah tiga hari berpetualang Blackberry saya berbunyi, titung titung titung titung begitu bunyinya, ada beberapa bbm yang masuk dan salah duanya berasal dari dua rekan kerja mbak Windi dan Mas Syahid. Isi bbm kedua manusia ini hampir sama, meracuni saya, intinya ada beberapa tiket kosong untuk tanggal 12 April 2013 berangkat ke Karimun Jawa, sebenarnya saya tidak ada maksud atau niattan dalam waktu dekat untuk berkunjung ke Karimun Jawa, walaupun sebenarnya saya punya impian untuk berkunjung kesana.

Taman Nasional Karimun Jawa adalah sebuah kepulauan di bagian utara Pulau Jawa, Jawa Tengah, kepulauan ini masih merupakan kabupaten dari Jepara. Tempat lahir sosok seorang pejuang wanita yang dikenal Indonesia dengan nama Raden Ajeng Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879. Pejuang emansipasi wanita supaya juga mendapatkan pendidikan yang layak, bukunya yang berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang" sangat populer di masyarakat Indonesia. Untuk mengenang dan menghormati beliau, 21 April tiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Kartini, dimana ada kebiasaan anak sekolah wajib mengenakan pakaian adat, terutama untuk wanita-wanita hebat Indonesia.

Seharian berfikir, menimbang beberapa faktor, melamun, terdiam, tertantang, dan akhirnya impian dan jiwa petualangan saya yang memenangkannya, 12 April 2013 Berangkat Karimun Jawa. Menjelajahi Belantara Bahari Indah Negeri Ini.

12 April 2013 Subuh saya sudah menunggu bus di Kebonpolo. Ndilalah kok busse angel, ntah karena solar langka atau faktor yang lain, yang jelas langka bener bus pagi itu, tapi akhirnya dapet juga, walau penuh sesak dan perjalanan yang lumayan lama ditambah macetnya jalan Bawen jam 8 pagi saya sudah tiba di terminal Sukun Semarang, yang merupakan Metting Point untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menggunakan Travel menuju Jepara. Kapal Express Bahari berangkat dari pelabuhan Kartini Jepara menuju Pulau Karimun Jawa pada pukul 2 siang hari itu, dan sekitar pukul 4 sore kami berlima belas tiba dengan selamat di dermaga Karimun Jawa, sekedar informasi ada 2 kapal yang berangkat sesuai jadwal (tidak setiap hari) dari Jepara ke Karimun Jawa, begitu pula sebaliknya, Kapal Ferry dengan lama perjalanan 6jam dan kapal express dengan waktu tempuh 2jam, cukup sulit untuk mendapatkan tiket kapal ini, karena biasanya sudah habis di booking oleh para penyedia jasa tour. Kami juga bertemu 5 kawan baru dari Jakarta yang belum mendapat tiket kapal, akhirnya merekapun harus menunggu beberapa hari kedepan untuk bisa menyebrang ke Salah satu tempat indah di Negeri ini, Karimun Jawa.
Oh iya dari 15 orang rombongan termasuk saya, hanya 2 orang yang saya kenal Mbak Windi dan Syahid, yang lainya gag kenal, tapi jelas kenalan dan menjadi akrab donk, ada Agung, Alim, Adib, Doni, Pak Suli, Mas Pije, Mas Dani, Dina, Andri dan mbak Sri Mul.Yang laennya lupa namanya. hadeeeeh -__-
 
Seakan tak ingin kehilangan waktu secuilpun, karena waktu itu kejam, sedetikpun dia tak mau kembali mengulangnya. Begitu gapura dengan Background biru bercoretkan "Selamat Datang di Karimun Jawa" kami lewati, kami numpang mobil polisi hutan atau polisi pantai, saya agak lupa, dan dengan baik hatinya sang sopir, kami diantar sampai ke penginapan. Setelah sedikit melepas lelah perjalanan, Saya, Syahid, Doni dan Agung langsung menuju dermaga barat Karimun Jawa, dengan tujuan nggaya, cari sunset, dan kami mulai akrab dengan kalimat "jauh-jauh sampai karimun jawa kok cuma tidur,hahaha". WOOOOW, warna mata kami berubah menjadi emas, walau matahari tenggelam tidak dengan bentuk sempurnanya tetapi cipratan warnanya merubah langit, mata dan hati kami menjadi kuning keemassan, dan orang sering menyebut moment seperti ini Golden Sunset. Tambatan kapal, laut luas, cakrawala jauh penuh warna, semuanya tersaji didepan mata kami, dan pasti akan menghadirkan ketenangan batin bagi tiap orang yang melihatnya. Terima Kasih Tuhanku, sungguh indah Indonesiaku. :)

Setelah semalaman mengakrabkan diri sembari menikmati ketenangan angin laut malam, makan degan di alun-alun Karimun Jawa, dan naek becak berwarna mirip di alun-alun kidul Yogyakarta. Paginya kami bersiap untuk mencintai kepulauan Karimun Jawa. Sayang sekali sayang mendung dan hujan pagi itu sempat membuat kami pesimis, tetapi sadar atau tidak sadar mulut dan hati kami tetap berdoa, dan Tuhan itu memang baik, tidak lama, mentari muncul dan langitpun berubah warna menjadi biru, CERAAH!
Kami semua baru pertama kali ke Karimun Jawa so kami semua masih pernasaran, alam seperti apa yang ada di kepulauan ini yang sedang menunggu kami. Perjalanan panjang menyusuri laut menggunakan sebuah kapal bermuatan pemuda-pemuda harapan bangsa. Kapal akhirnya berhenti didekat sebuah pulau, pulau kecil namanya kata Mas Rula (Guide kami, lupa ngenalin,hehe).
Snorkeling, byur byur byur, kami semua langsung nyemplung, nggak peduli bisa atau tidak bisa berenang, pakai pelampung soalnya.hehe. Memandang kedasar laut memandang terumbu memandang langit memandang sekeliling, semuanya bagus. Setelah cukup beradaptasi, beberapa dari kami yang bisa berenang mulai melepas pelampung, mulai menyelam, melihat dan menyentuh terumbu karang, tapi tidak merusaknya, lalu foto foto di dalem air, wuuuiiiiih, kerennyooooo.

Siangnya kami mampir disebuah pulau dengan banyak pengunjung, Pulau tengah namanya, saya tak tau pasti kenapa bisa disebut pulau tengah, mungkin karena letaknya ada ditengah-tengah kepulauan. Kami dan beberapa rombongan pengunjung menyantap makan siang ditempat ini, menunya berupa ikan bakar yang dimasak oleh masing-masing guide, mungkin sudah tradisi setiap pengunjung yang datang ke Karimun Jawa, siang harinya akan menyantap ikan bakar khas di Pulau tengah ini. Sambil menunggu Mas Rula dkk membakar ikan, kami berjalan menyusuri pulau Tengah ini, saya merasa mengagumi, menikmati dan mencintai pulau ini. Cuaca yang cerah, pohon yang rindang, pasir putih, ragamnya warna air, akan membuat kita betah berlama-lama ada di surga kecil ini. Indah sekali.
Setelah menyantap makan siang kami dan menikmati pulau tengah ini, kami beranjak dan menuju pulau gosong. Pulau gosong merupakan sebuah dataran dengan kedalaman kurang lebih satu meter dari permukaan air laut, dan yang membuat saya melongo adalah letaknya yang ada di tengah laut, jadi kita tidak tenggelam saat berada ditengah laut, hhaha. Kami menikmatinya dengan berenang renang kecil, melihat ikan-ikan laut, sensasi disengat ubur-ubur, dan berfoto-foto ria, hahaha, yang penting gaya, foto di Karimun Jawa, di bawah air. :D
Lanjut lagi, Mas Rula membawa kami ke sebuah pulau untuk sekedar foto-foto, selanjutnya kami snorkeling lagi, di snorkeling yang kedua ini, kami jadi lebih berani terjun langsung ke laut, waoow, pengalaman yang membikin ketagihan,hahaha. Karena senja sudah mulai tiba, kami dibawa pulang menuju pulau Karimun Jawa. Oh iya, jadi Karimun Jawa itu nama sebuah pulau dan juga nama kepulauan. Para turis biasanya menginap di Pulau Karimun Jawa, disitu terdapat banyak penginapan, dan merupakan pusat karena dari banyaknya pulau di kepulauan Karimun jawa, populasi di Pulau Karimun Jawa adalah yang terbanyak. Masyarakatnya yang terdiri dari suku Jawa, Bugis dan Madura hidup asri berdampingan, saling bertoleransi dan saling menjaga satu sama lain. Suasana yang ditawarkan Masyarakat Karimun begitu damai dan aman, seperti kenyataan, bahwa setiap motor yang terparkir entah dipinggir jalan atau di parkiran, kunci kontaknya dibiarkan begitu saja, tanpa pernah dicabut dari tempatnya menggelantung.

14 April 2013, berbeda dengan kemarin, hari ini cerah, langit biru, angin membuat air laut seperti menjadi malas, gelombang yang menerpa kapal kami tidak begitu besar, kami bisa meresapi anginnya, merasakan ketenangannya lalu menjadi damai. Mengarungi beberapa warna air laut, melihat kedalam, ikan ikan berenang, terumbu karang merekah tapi terlihat pucat, sampah telah mengotori mereka, telah merusak mereka. Disetiap tempat sampah selalu menjadi masalah, saat ini serasa manusia menjadikan setiap tempat itu menjadi bak sampah, seperti tidak peduli, seperti itu tidak pernah berdampak. Sampah oh sampah, yuk mari dibuang ditempat yang udah disediakan, jangan kotori alam ini, atau alam akan murka.

Kami tambatkan kapal kami di sebuah pulau bernama Ujung Gelam yang menjadi ciri khas dari pulau ini adalah adanya pohon kelapa yang tumbuhnya miring tidak menjulang keatas. Kami menghabiskan waktu dengan bermain air, mengapung menggunakan pelampung, mengabadikan moment dengan berfoto foto. Semuanya nampak ceria, semuanya nampak bahagia, setelah menyeruput kelapa muda kamipun melanjutkan pelayaran kami, Terima kasih Ujung Gelam, begitu tenang suasanamu, begitu sejuk sambutanmu, tenang pikirku bila berpijak dipasir putihmu.
Selanjutnya Pulau Menjangan besar, kami ke penangkaran hiu karang, berenang bersama hiu-hiu jinak, bermain watersport seperti banana boat yang selalu membuat ketagihan, lagi lagi dan lagi,hahaha.
" Mas sewa kapal sehari thu berapa sih? " tanyaku pada Mas Rula
" 350 ribu per hari Mas, terserah mau sampai mana " jawab Mas Rula
" Kalo semisal besok saya kesini lagi tapi gag pake biro wisata bisa bantu mas? "
" Bisa Mas, saya bisa bantu carikan penginapan, bantu cari kapal, sewa alat snorkel, dan jadi guide lagi mas,hehehe , asal dapet tiket kapalnya, soalnya rata-rata tiket udah habis di beli biro wisata Mas"
Yang saya tau, hanya ada satu kapal exspress, dan saya dukung kebijakan itu, supaya Karimun Jawa tidak begitu ramai, dan benar benar menjadi tempat yang memberi ketenangan pikiran.

Saya suka Karimun Jawa, Saya cinta Karimun Jawa, keren, dan sepertinya memang pengalaman disana harus di ulang lagi di lain hari. Bunaken, Gili Trawangan, Derawan, Raja Ampat, kalau ada kesempatan saya juga ingin berkunjung kesana.
Akhirnya waktu juga yang harus memisahkan kita saudara, Pak Suli dan Mas Pije berkereta ke Bandung, Syahid ngebus ke Solo, saya, Mas Dani naek mobil Paket yang penuh dengan pengalaman dan ucapan syukur menuju Magelang dan Yogyakarta. lalu teman-teman yang lainnya menuju tempat tinggal masing-masing di Ibukota Jawa Tengah Semarang. Terima kasih teman-teman, sebuah perjalanan yang bahagia, tanpa kalian semua akan berbeda. Terima kasih untuk perkenalan ini, sahabat-sahabat baru sampai jumpa dilain waktu. :) Terima Kasih Tuhan, Terima Kasih Karimun Jawa, Terima Kasih Indonesia

Ku ingin seperti Nelayan
Berlayar tanpa batas, mengarungi samudera

Ku ingin seperti Nelayan
Jauh dari hiruk pikuk kota

Ku ingin seperti Nelayan
Meresapi angin malam
Berbincang dengan rasi bintang bintang



HARUS KITA JAGA

Terumbu Karang Laut Karimun Jawa 1

Terumbu Karang Laut Karimun Jawa 2

Terumbu Karang Laut Karimun Jawa 3

Terumbu Karang Laut Karimun Jawa 4

SNORKELING

Snorkeling Karimun Jawa

Snorkeling Karimun Jawa

Snorkeling Karimun Jawa

Pulau Gosong Karimun Jawa


TUHAN ADA DIMANAPUN KITA BERADA

Tuhan ada dimanapun kita berada

 KARIMUN JAWA

Senja Karimun Jawa

Senja Karimun Jawa

Senja Karimun Jawa

Pantai Tengah Karimun Jawa

Pantai Tengah Karimun Jawa

Pantai tengah, Karimun Jawa



Ujung Gelam Karimun Jawa

Makan siang di pulau tengah Karimun Jawa


YUUUK LEBIH PEDULI


Sampah di Karimun Jawa

Sampah di Karimun Jawa

Sampah di Karimun Jawa


8 comments:

  1. whahahaha.. jelas beud yaa :D

    ReplyDelete
  2. cerita anak gunung yang mendadak jadi anak oantai

    ReplyDelete
    Replies
    1. gunung dan pantai, saya cinta kedua duanya mbak.. hahaha

      Delete
  3. da ikan pake celana orange jugaa.. keren bgt bro haa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. sang penyelamat selendang ya bro..

      Delete
  4. keren ya pulau-pulaunya.. saya sudah visit kesana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh.. kapan kak sudah kesana?
      kalo udah kesana cuma ada satu kata buat Karimun Jawa.. Rindu.. Rindu pengen kesana lagi..

      Delete