Monday, October 13, 2014

Bocah Pintu Ajaib

               
                Mau pergi kemanakah kamu jika kamu punya pintu ajaib? Kalimatnya dilafalkan dengan nada pasrah namun juga punya nada yang dominan kepada harapan. Kalimat yang berarti mungkinkah saya bisa kemana-mana dan juga berarti impian saya ingin kemana-mana. Seandainya Doraemon benar-benar nyata. Pintu ajaibnya akan membawa kita ke tempat-tempat jauh hanya dalam satu kedipan mata.

               Kutengok lagi beberapa tahun kebelakang, saat Kalinegoro dengan jarak setengah jam perjalanan dari rumah terasa begitu jauh. Kutarik ingatanku sampai saat ini, saat kata jauh telah sepenuhnya benar membuka jalan baru, telah memberikan cara berpikir yang baru, telah menyediakan mimpi-mimpi baru. Beberapa tempat telah saya kunjungi, saya sadar dunia ini luas. Sedikit saja saya berani bermimpi, tentang tempat jauh, tentang negeri jauh. Beberapa tempat itupun telah memberi saya pelajaran baru, mengenal daerah baru, teman baru, sedulur baru, pengalaman baru.

Sunday, August 17, 2014

Rumah Nomor 10



Sebuah rumah panggung, dikelilingi pagar besi pendek, dengan dedaunan hijau rapi. Latar depannya berpaving mirip trotoar. Undakan keramik putihlah yang akan mengantar kita menuju pintu rumah.Diatasnya terhias ukiran kayu berupa bunga Raflessia, bunga yang menjadi ikon Provinsi Bengkulu, Bumi Raflessia.  Dibeberapa bagian ternit sudah terlihat lapuk, bahkan ada yang berlubang. Bertiang kayu, bertembok kayu dan beralas kayu. Serba kayu itu dicat dengan warna coklat, lantainya juga di cat coklat, tapi lebih mengkilap. Pintu dan jendela punya dua daun terbuka tanpa tralis, hanya kain putih disetengah jendela yang menjadi kordennya. Di samping kiri rumah tepampang plat plang putih bertuliskan Rumah Ibu Fatmawati Soekarno, Jl. Fatmawati No. 10 Bengkulu.

Sunday, July 13, 2014

Part From Borneo : Tentang Kuala Kapuas

Gedung Pertemuan Umum Manggatang Tarung
            Pian itu sebuttan untuk kamu, Ulun itu sebuttan untuk saya. Pengetahuan pertama yang saya dapat saat saya sampai pada bulan Februari 2014 di Kuala Kapuas Kalimantan Tengah. Pian dan Ulun adalah bagian dari bahasa Banjar.            

            Jarak menuju Kuala Kapuas ditempuh sekitar 3 jam dari Ibukota Provinsi Kalimantan tengah, Palangkaraya, tetapi hanya 1 jam dari Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin. WIB masih menjadi patokan waktu untuk Kuala Kapuas.    

Friday, June 13, 2014

Part From Borneo : Senyum Ibu yang melegenda, Pasar Apung Kuin, Pulau Kembang - Banjarmasin

Tambattan Kapal Pengantar Ke Pasar Apung di Taman Siring
          RC*I Okeeee... *Seorang Ibu dengan senyum khas sambil mengacungkan jempol. Ingatkan kalo ditahun 90an dulu kala ada salah satu stasiun TV yang seperti itu? Tiap pergantian acara ibu itu selalu saja muncul. Sampai saya hafal betul dengan ibu itu. Generasi 90 mengingatkan masa itu dengan kalimat "Kalo lo ingat ibu ini, masa kecil lo nggak sia-sia". Stasiun TV saat ini semakin banyak aja, aneka acarapun bersaing, acara di TV yang ini mirip dengan acara di TV yang sana, nggak jauh dari komen masyarakat yang berkomentar njiplak, tiru-tiru, melu-melu. Channel yang  punya acara anime/kartun hanya bisa diakses memakai TV berbayar bulanan. Kasihan anak kecil jaman sekarang. Pasti sedikit dari mereka yang mengenal Zordon, manusia kepala doang didalam tabung gas elpigi 14kg. Atau dengan Alfa yang tiap mau ngomong diawali dengan yayaya, selalu, saya sampai hafal menirukannya. Atau dengan Ultraman yang kalo lampu didadanya sudah berkedip berarti dia akan mengeluarkan jurus andalannya untuk mengalahkan si Monster *peragakan gerakan tangannya, lalu muncul cahaya pemusnah dari tangannya, lalu atau si Monster dibawa terbang dan dibuang diluar angkasa. Sekarang kok kesannya monoton banget nonton Ultraman, dulu nggak dipungkirri kalo serial Ultraman dari Gaia Dyna dkk sangat inspiratif dan selalu ditunggu. Let's Go juga, serial dengan  tokoh utama Go Seiba dan Retsu Seiba, bisa mengendalikan Tamiya yang mampu mengeluarkan jurusnya. Yugi Oh juga inspiratif,  serial pertarungan kartu monster, pertarungan menjadi lebih cerdas dengan kartu magic dan trap yang punya efek unik. Tapi itu dulu, Minggu pagi menjadi waktu paling bahagia bagi saya, rentetan kartun mendominasi tayangan ditiap stasiun TV. Hanya dengan berebut warna power ranger, saya ranger merah, saya ranger hijau, kamu renger pink kami bisa saling baku pukul, aah ketawa saya. Manisnya memory kala itu.

Dieng, Bukit Sikunir, Tentang Tenang Tentang Sejuk



Telaga Warna, Kawah Sikidang, Candi Arjuna, Kentang, Buah Carica, Festival Rambut Gimbal. Mungkin itu beberapa hal yang spontan ada dipikirran kita jika ada teman yang menyebut kata Dieng. Ternyata akhir-akhir ini ada yang menyelip, bukan menyelip untuk membuat resah, melainkan menyelip untuk membuat Dieng semakin menarik. Namanya Bukit Sikunir.


Saturday, May 10, 2014

Part From Borneo : Samarinda - Kutai Kertanegara

Bentangan Sungai Mahakam

Setelah turun dari taxi ( sebuttan untuk angkot bagi Orang Samarinda ) saya bimbang. Mau melanjutkan ke Pasar Segiri, tapi Kelas Inspirasi Samarinda sudah pasti tinggal penutuppan, sementara jika saya melanjutkan kesana, ke SD Anggur Samarinda badan jelas bau, muka mengkilap keringetten, rambut pendek terkesan gimbal, celana pendek, dan sendal jepit swallow hijau yang pernah naik pesawat terbang, bisa pusing guru-gurunya kalo ternyata muridnya terinspirasi oleh penampilan saya.
Jadi saya memutuskan untuk duduk sebentar, bimbang lagi tapi, antara duduk disamping dua orang gadis SMA atau seorang ibu yang tengah mengandung. Saya putuskan untuk duduk dekat sang Ibu, nggak lama saya langsung aja SKSD,

" Bu, kalo angkuttan ke simpang tiga Loa Janan naek yang mana ya Bu? "
" Hmmm, harus dua kali naek angkot Mas, Mas darisini naek angkot yang warna merah itu dulu, terus setelah nyebrang Jembatan Mahakam baru ganti yang warna hitam " 
" Ooh githu Bu, kalo begitu saya nyebrang dulu Bu, Terima Kasih "

Dogled Hanggadiputra, konco mbeling pas SMA ( teman akrab semasa SMA ). Dia telah sekitar 5 tahun membumi di Samarinda, sejak lulus SMA tepatnya, tahun 2009, bekerja di sebuah perusahaan Batu Bara. Ntah kapan terakhir kali kami bertemu, 3 tahun di SMAN 2 Magelang sekelas dengannya jelas telah banyak membukukan berbagai kenangan. Tatappan matanya masih seperti dulu, tenang.

Friday, May 09, 2014

Gunung Merbabu, Terima Kasih 3142 Mdpl

Sunrise dari Watu Tulis

3142 Mdpl? yuup, tingginya Tiga ribu seratus empat puluh dua meter diatas permukaan laut, apa itu? Sebuah gunung yang bisa disawang dari Kota saya tercinta, Magelang Kota Sejuta Bunga, yaitu Gunung Merbabu.
Berawal dari perkenalan di angkringan Pak Pinul dengan Mas Febriawan aka Embek, seorang Mahasiswa tingkat akhir UPN Yogyakarta yang saat ini sedang berjibaku dengan skripsinya, yang punya impian untuk pakai toga dipuncak Rinjani. Oh iyaa perkenalan ini tidak lepas dari Mas Hari Gendut, yang mencomblangkan saya dengan mas Febriawan, sehingga kami dapat berbagi cerita dan pengalaman sampai melakukan pendakian bersama.
Sebelum keberangkatan menuju Merbabu saya dikenalin nih sama Aak Tomi, Mbak Fika, Mas Abdul, Mas Nanda, dan Mbak Ista. Perjalanan bersama teman-teman baru, yeaaahh pasti seru dan menyenangkan.

Thursday, May 08, 2014

Part From Borneo : Ngebus Banjarmasin - Samarinda - Banjarmasin

Untuk pertama kalinya saya merasakan naik Bus di Pulau Kalimantan ini. Pulau yang berjaya sebagai paru-paru dunia.



Hari itu minggu 4 Mei 2014, bergegas pagi itu menuju Banjarmasin, Ulun dari Kuala Kapuas. Ulun hendak ke Samarinda, guna mengikutti Hari H kelas Inspirasi Samarinda keesokkan harinya. memilih Bus pukul 14.00 WITA dari Banjarmasin, supaya sekitar pukul 08.00 WITA keesokkan harinya bisa tiba di Samarinda, karena waktu tempuh dengan perjalanan darat menelan waktu lebih kurang 18 jam. Namun hasilnya banyak hal yang tak terduga. Tuhan memang Maha Asyik.

Friday, May 02, 2014

Kelas Inspirasi, Berbagi Inspirasi dengan anak Negeri lewat Profesi SDN Sendowo IV (Part2)



Kata @KelasInspirasi " Langkah menjadi panutan. Ujar menjadi pengetahuan. Pengalaman menjadi inspirasi "

Rabu Malam 23 April 2014, kami berduabelas melakukan briefing terakhir di lesehan sebelah timur Alun-alun Lor Yogyakarta, ditemani ronde dan teh hangat. Okee, besok pagi kita ngumpul di kantornya Pak Nanang, di Jalan Timoho, untuk selanjutnya berangkat bareng ke SD Sendowo IV, jam 05.30, tit, telat tinggal.

Pagi 24 April 2014, kami semua berangkat bersama-sama ke SD Sendowo IV, semuanya On Time, bener-bener Indonesia banget, nggak ngaret.
Sekitar jam 07.00 WIB kami telah tiba dengan selamat di SD Sendowo IV Kedungkeris Nglipar Gunung Kidul. Sambutan cuaca yang begitu hangat dan senyum sempurna dari wajah anak-anak SD Sendowo IV benar membuat hati dan jiwa kami bergetar, Perasaan pertama yang muncul dihati saya begitu saya rasakan keajaibbannya.

Kelas Inspirasi, Berbagi Inspirasi dengan anak Negeri lewat Profesi SDN Sendowo IV (Part1)


Tuhan, saya boleh tanya to? Kenapa saya dipertemukan dengan orang-orang seperti mereka?
Engkau juga mengijinkan saya melihat karya dan apa yang mereka perbuat.

Kelas Inspirasi apaan Yon? Apa semacam les githu? trus kita di motivasi, kita dikasih inspirasi? STOP!
Jangan sok tau, kemarin sore ada orang sok tau babak belur dihajar orang sekampung.
Kelas Inspirasi menjadi bagian dari Indonesia Mengajar yang ditelurkan oleh Bapak Anies Baswedan, nah di Kelas Inspirasi, kita yang sudah besar, yang udah punya pekerjaan mapan memperkenalkan apa sih profesi kita, apa sih yang kita kerjakan sehari-hari. Kita diminta menjadi guru dan mengajar di salah satu SD selama satu hari. Benerran menarik, kita di 'paksa' bawa alat peraga, seragam komplit, ataupun yang lainnya, yang mencerminkan bahwa itu adalah diri kita sehari-hari. So, anak-anak SD yang masih polos itu bisa jadi tau kalo diluar sana profesi nggak cuma Dokter dan Pilot masih banyak profesi lain yang nggak kalah hebat. Efeknya jelas luar biasa, anak-anak SD itu pasti makin tinggi ilmunya dengan tau ada apa diluar sana dewasa nanti. Minat? Nih biar lebih jelas >>> kelasinspirasi.org dan blog.kelasinspirasi.org.
Kelas Inspirasi diadakan diseluruh kota di Indonesia, dan saya ikut berpartisipasi di Yogyakarta #KIY2.

Sunday, April 13, 2014

Nglanggeran, Lebih Akrab Disapa Gunung Api Purba

Merah Putih Di Gunung Api Purba

Kalian pasti punya teman yang udah kenal lama (sebut aja teman lama, ribet bener). Saya juga punya, punya banyak, banyak juga yang saya nggak tau gimana kabarnya.
Ada teman SMA saya namanya Rizky tapi lebih suka dipanggil Atenk, lho aneh to? Aku wae bingung. Njuk aku kon takon sopo?
Temen saya yang satu ini punya kemampuan misterius, kayak udah makan buah iblisnya Bartolomeo, membuat barier disekitarnya, jadi musuh yang menyerangnya akan kesakitan sendiri. Ceritanya begini, pernah ada kejadian waktu SMA, doi lagi mau nyebrang jalan gedhe (jalan raya) ada motor pengen menyerangnya, dia bukan anggota geng motor, dia jalan kaki nyebrang jalannya nggak pake motor padahal, nah waktu sang motor sudah dekat, dia seolah-olah mengeluarkan kemampuan buah iblisnya itu, cling, alhasil
sang motorlah yang jadi menaikki pengendaranya, terpental berapa meter githu, dan teman saya si Atenk? Si Atenk yang mengeluarkan kemampuan buah iblisnya itu selamat? Ooo tentu saja, tentu saja tidak, harus dilarikan kerumah sakit. Tapi kabarnya pengendara dan motornya lukanya lebih parah, pengendara harus dibawa kebengkel, sedangkan motornya harus dibawa ke Rumah sakit.

Wednesday, April 02, 2014

Part From Borneo : #AngsanaBeachCleanUp dan Santai Sapi Pantai Bunati


Cuplikan Pict diatas mengilhami diri saya sendiri, untuk menampar wajah saya sendiri.

"Selama Manusia Masih Terus Mencari Makna Kebebasan Mereka Tidak Akan Pernah Berhenti" Kutipan dari serial movie favorit saya One Piece sebelum Opening Song dikumandangkan.

Berhenti Berfikir? Berhenti Berusaha? Berhenti mengejar Impian? Menyerah dengan Keadaan? Beberapa pertanyaan yang muter-muter dikepala saya, di sepanjang hari saya, dan hanya senja juga ILK yang mampu menenangkan saya, membiarkan beberapa kalimat tanya itu terbang, entah singgah dimana.

Terikat kontrak 3 tahun kerja dengan sebuah perusahaan BUMN, dengan denda puluhan juta jika mengundurkan diri saat masa dinas masih berjalan. Dan saat ini dari 3tahun itu saya baru menjalaninya selama 2 bulan, masih ada 2 tahun 10 bulan lagi saya harus menjalani kontrak dinas saya. Tapi ada satu opsi yang mungkin bisa dikata edan. Diputus kontrak!!
Ini bukan soal bersyukur atau tidak bersyukur. Ini soal pilihan, pilihan untuk hidup dimasa mendatang.
Saya sedang galau mencari passion, dimana jalan mana sih hati saya sebenarnya berada.

Lebih baik diasingkan, daripada menyerah pada kemunafikkan kata Soe Hok Gie...

Sunday, March 09, 2014

Indah Ujung Sukabumi, Ujung Genteng, Curug Cikaso

Penghujung bulan Januari 2014, kembali saya menjadi saksi hidup tentang keindahan Indonesia. Negeri dengan Jutaan keindahan alamnya, dan tak mungkin ada seorangpun yang menyangkalnya.
Sukabumi Jawa Barat, menjadi tujuan kami. Dan kebetulan saya saat itu sedang berada di Depok Jawa Barat, jadi untuk ke Sukabumi tidak memakan waktu yang terlalu berhari-hari.

Ujung Genteng merupakan daerah Pantai dengan view laut yang biru bersih, pantainya berpasir putih dengan karang yang rata tersebar di pantainya adalah ciri khas tersendiri dari Pantai ini.
Ujung Genteng juga tidak terlalu ramai, artinya tidak begitu banyak yang berjualan (warung), tidak ada yang menawarkan jasa penyewaan payung (nampaknya), kamar mandi untuk bilas setelah main air pasti sudah ada, dan untuk pengunjung yang datang menikmati pantai ini juga tidak terlalu banyak, mungkin para pengunjung lebih memilih untuk pergi ke Pelabuhan Ratu atau Sawarna, meningat jalannya yang searah, tapi terpisah dipersimpangan.
Dan jangan dikira Ujung Genteng dekat dengan Kota Sukabumi, jauh, masih jauh, mungkin gambarrannya jarak antara Kota Yogyakarta dengan pantai-pantai luar biasa di Gunung Kidul. Akses menuju Ujung Genteng juga tidak begitu bagus, jalanan masih seperti tantangan yang harus dilalui untuk mendapatkan Pemandangan yang menakjubkan, untuk mendapatkan ketenangan batin dan kelepasan penat. Rusak, berlubang, belok-belok, naik turun, lewat hutan, lewat jurang, untungnya nggak pakai acara naik gethek. hihi. Untuk angkutan umum menuju Ujung Genteng saya sendiri kurang tau, tapi kayaknya gaga ada deh. :))

Friday, March 07, 2014

Kiluan, Taman Lumba-Lumba


Sunset Teluk Kiluan

Pertunjukkan lumba-lumba sangat familiar di telinga kita, nggak perlu jauh-jauh ditempat kita tinggal pasti pernah ada sebuah panggung pertunjukkan penataan kursi penontonnya menyerupai anak tangga, mengelilingi sebuah kolam renang yang nggak pernah kita tau berapa kedalamannya.
Nah! Saya jadi melamun, ingat kalo saya waktu kecil dulu, TK mungkin pernah punya kenangan dengan panggung seperti itu, dan seingat saya hanya sekali itu juga saya nonton pertunjukkan lumba-lumba. Saya juga pernah foto tuh dicium ma lumba-lumba, tapi ntah sekarang dimana fotonya, hehehe..
Akhir-akhir ini, kayaknya juga udah dari dulu deh, temen-temen saya,lewat Twitternya banyak yang menolak kehadiran pertunjukkan lumba-lumba, alasannya sih mudah ditebak, karena Manusia yang menangkap lumba-lumba memperlakukannya seperti binatang, ya emang lumba-lumba itu binatang, upss..
Perlakuannya nggak wajar, pelatihnya kasar, lumba-lumbanya disiksa. Pada situasi seperti ini saya bingung harus menempatkan diri saya pada posisi yang mana, di satu sisi saya sepertinya percaya bahwa mereka yang melatih lumba-lumba melakukan paksaan untuk memaksa lumba-lumba supaya mengikuti apa yang diinginkan sang pelatih, mungkin kadang mereka juga dipecut, tapi saya nggak pernzh secara langsung melihatnya, disisi lain, jika saya melihat video atraksi lumba-lumba, saya merasa lumba-lumba itu enjoy aja, asyik aja, bahkan mereka seperti menikmati setiap atraksi yang mereka lakukan. Terpesona gag sih melihat lumba-lumba bisa lompat beberapa meter dari permukaan air, air itu seperti trampolin buat mereka.

Sunday, February 16, 2014

Selalu Ingin Lebih Lama di Tempat Ini

Senja Kota Magelang


Kembali ke Kota paling Nyaman versi saya, Magelang...
Memang benar puncak perjalanan dari setiap orang yang merantau adalah di titik nol, titik dimana seseorang mulai untuk memutuskan kemana tujuan hidup selanjutnya. Dan yang menjadi titik nol seorang Dion adalah Magelang. Tempat dimana saya dilahirkan, menghabiskan waktu generasi 90an, tempat dimana saya menimba ilmu dari TK, SD, SMP dan SMA.

Sunday, January 26, 2014

Gunung Semeru, Senyum Termanis Kalimati

Merah Putih di Mahameru
"Hei Cah, aku sesok karo Mas Hendra meh neng Semeru, meh do melu po ra? wong loro tok rapopo,hahahaha" sedikit candaan dibasecamp Garung Gunung Sumbing. Entah apa yang sebenarnya terjadi, tapi keajaiban kata-kata selalu bisa menjadi doa. Kita semua pasti sering mengalaminya. Begitu juga dengan saya, candaan yang tak sengaja menjadi doa lalu menjadi nyata. Tuhan memang Luar Biasa.