Sunday, April 13, 2014

Nglanggeran, Lebih Akrab Disapa Gunung Api Purba

Merah Putih Di Gunung Api Purba

Kalian pasti punya teman yang udah kenal lama (sebut aja teman lama, ribet bener). Saya juga punya, punya banyak, banyak juga yang saya nggak tau gimana kabarnya.
Ada teman SMA saya namanya Rizky tapi lebih suka dipanggil Atenk, lho aneh to? Aku wae bingung. Njuk aku kon takon sopo?
Temen saya yang satu ini punya kemampuan misterius, kayak udah makan buah iblisnya Bartolomeo, membuat barier disekitarnya, jadi musuh yang menyerangnya akan kesakitan sendiri. Ceritanya begini, pernah ada kejadian waktu SMA, doi lagi mau nyebrang jalan gedhe (jalan raya) ada motor pengen menyerangnya, dia bukan anggota geng motor, dia jalan kaki nyebrang jalannya nggak pake motor padahal, nah waktu sang motor sudah dekat, dia seolah-olah mengeluarkan kemampuan buah iblisnya itu, cling, alhasil
sang motorlah yang jadi menaikki pengendaranya, terpental berapa meter githu, dan teman saya si Atenk? Si Atenk yang mengeluarkan kemampuan buah iblisnya itu selamat? Ooo tentu saja, tentu saja tidak, harus dilarikan kerumah sakit. Tapi kabarnya pengendara dan motornya lukanya lebih parah, pengendara harus dibawa kebengkel, sedangkan motornya harus dibawa ke Rumah sakit.

Wednesday, April 02, 2014

Part From Borneo : #AngsanaBeachCleanUp dan Santai Sapi Pantai Bunati


Cuplikan Pict diatas mengilhami diri saya sendiri, untuk menampar wajah saya sendiri.

"Selama Manusia Masih Terus Mencari Makna Kebebasan Mereka Tidak Akan Pernah Berhenti" Kutipan dari serial movie favorit saya One Piece sebelum Opening Song dikumandangkan.

Berhenti Berfikir? Berhenti Berusaha? Berhenti mengejar Impian? Menyerah dengan Keadaan? Beberapa pertanyaan yang muter-muter dikepala saya, di sepanjang hari saya, dan hanya senja juga ILK yang mampu menenangkan saya, membiarkan beberapa kalimat tanya itu terbang, entah singgah dimana.

Terikat kontrak 3 tahun kerja dengan sebuah perusahaan BUMN, dengan denda puluhan juta jika mengundurkan diri saat masa dinas masih berjalan. Dan saat ini dari 3tahun itu saya baru menjalaninya selama 2 bulan, masih ada 2 tahun 10 bulan lagi saya harus menjalani kontrak dinas saya. Tapi ada satu opsi yang mungkin bisa dikata edan. Diputus kontrak!!
Ini bukan soal bersyukur atau tidak bersyukur. Ini soal pilihan, pilihan untuk hidup dimasa mendatang.
Saya sedang galau mencari passion, dimana jalan mana sih hati saya sebenarnya berada.

Lebih baik diasingkan, daripada menyerah pada kemunafikkan kata Soe Hok Gie...