Wednesday, April 02, 2014

Part From Borneo : #AngsanaBeachCleanUp dan Santai Sapi Pantai Bunati


Cuplikan Pict diatas mengilhami diri saya sendiri, untuk menampar wajah saya sendiri.

"Selama Manusia Masih Terus Mencari Makna Kebebasan Mereka Tidak Akan Pernah Berhenti" Kutipan dari serial movie favorit saya One Piece sebelum Opening Song dikumandangkan.

Berhenti Berfikir? Berhenti Berusaha? Berhenti mengejar Impian? Menyerah dengan Keadaan? Beberapa pertanyaan yang muter-muter dikepala saya, di sepanjang hari saya, dan hanya senja juga ILK yang mampu menenangkan saya, membiarkan beberapa kalimat tanya itu terbang, entah singgah dimana.

Terikat kontrak 3 tahun kerja dengan sebuah perusahaan BUMN, dengan denda puluhan juta jika mengundurkan diri saat masa dinas masih berjalan. Dan saat ini dari 3tahun itu saya baru menjalaninya selama 2 bulan, masih ada 2 tahun 10 bulan lagi saya harus menjalani kontrak dinas saya. Tapi ada satu opsi yang mungkin bisa dikata edan. Diputus kontrak!!
Ini bukan soal bersyukur atau tidak bersyukur. Ini soal pilihan, pilihan untuk hidup dimasa mendatang.
Saya sedang galau mencari passion, dimana jalan mana sih hati saya sebenarnya berada.

Lebih baik diasingkan, daripada menyerah pada kemunafikkan kata Soe Hok Gie...

Angsana Beach Clean Up

Satu keputusan saya buat beberapa minggu yang lalu, bermula dari tweet @bpborneo, tweet tersebut berisi tentang ajakan untuk bersih bersih Pantai Angsana #AngsanaBeachCleanUp.
Asal saja saya pengen ikut, coba hubungi CPnya, Mbak Maria dan Mas Adit, dan mereka berdua Welcome Banget, sampai saya dicarikan tebengan buat jalan dari Kuala Kapuas sampai ke Meeting Point di Banjarmasin. Terima kasih kakak :D
Kuala Kapuas terletak di Provinsi Kalimantan Tengah, sedangkan Banjarmasin ada di Kalimantan Selatan, jarak tempuhnya sekitar 1.5 Jam, nggak ada Bus, nggak ada kereta, jadi jika dari KK hendak ke BJM musti bawa kendaraan pribadi, atau naik satu2nya angkutan umum yang tersedia, yaitu Travel, atau Taxi kata orang sini. Bisa sih nebeng truk, tapi yaaa......

Minggu 30 Maret 2014, Jam 04.00 WIB, saya janjian dengan Rima, yang dengan sukarela menebengi saya sampai ke Banjarmasin, subuh-subuh dapet kenalan baru, cewek lagi, cihuuui.
Tapi Rima nggak mau jemput saya, jadi ya saya harus kerumahnya, minta tolong Alif untuk mengatar, pinjam motornya Ompong sebagai medianya. Yang namanya orang Indonesia, minjemmin motor tapi gag ada bensinnya, olah raga dulu, pemanasan dulu, dormot dulu alias dorong motor dulu. bersyukur dulu. Jadi telatkan saya ketemu Rima. Janjian pertama kali, janjian dengan cewek pula, saya tau Rima pasti menunggu saya, tapi apa dikata, Pintu kemana saja Doraemon saya tak punya, hasilnya saya telat. Maaf ya Kak Rima :))
Bagaimana saya bisa menjadi imam yang baik jika ketemu pertama saja saya sudah terlambat. pikir saya.
Saya Dion, selamat malam. *meniru Stand Up Comedy.

Pagi itu saya juga dapat sesuatu yang beda, pengalaman lagi, naik Fery kayu buat nyebrang Sungai Kapuas, dan lamanya cuma 10 menit waktu tempuhnya, dan harganya cuma 2.000 per motor.
Bagus deh fajar pagi di Sungai Kapuas. Saya baru tau juga kalo itu bisa memperpendek punyamu, eh waktu, dari semula 1.5 jam, jadi cuma bisa 1 jam, saya baru tau.
Melewati jalannan yang sepi dengan udara yang segar namun nggak begitu dingin. Motor saya lajukan rata-rata 80km/h, janjian dengan mas Fathur yang sudah menunggu dipinggir jalan. Selanjutnya kami melanjut menuju Banjarmasin ke Zona waktu WITA, karena perbedaan waktu itu kami yang dari WIB harus berangkat lebih pagi, Janjian di meetting point jam 07.00 WITA, kami harus berangkat dari sini pukul 05.00 WIB, jadi semacam kayak Diskriminasikan? aah tapi nggak juga sih ya? Ini Unik, we enjoy it. :)

Hello Banjarmasin, ini kali kedua saya menyapa pagimu. Kami langsung menuju Rumah Sakit Ulin disebelah Duta Mall, langsung nitippin motor, nyarap dulu, langsung deh cus, menuju tujuan bersih-bersih, di Pantai Angsana, 5 Jam perjalanan, kami naik travel dan si super woman Rima, naik motor sendirian ke Angsana, 5 jam, sendirian. Jempol kakak Rima. udah baik, keren lagi. :D

Sekitar jam 13.00 WITA kami sampai di Pantai Angsana, selepas Banjarmasin, setelah melewati Pelaihari, Asam-Asam, Tanah Laut, Tanah Bumbu. Setelah belok dari jalan utama, jalan berdebu tanpa aspal diiringi perkebunan Kelapa sawit dikiri dan kanan jalan, barulah kita sampai ke Pantai Angsana.
Siang itu matahari bersinar cerah, orang-orang yang bermain diair, bikin bangunan dari pasir, mengubur temannya dipasir, nunggang speed boat, yang berteriak diatas banana boat atau yang sekedar duduk menikmati semilir angin dibawah pohon dan diwarung-warung pinggir pantai memaksa siapapun yang datang untuk menikmati rasa nyamannya santai di Pantai. Kebaikkan panitiapun berlanjut kami dapat makan siang, horeeii. Setelah makan siang kami mendapat sedikit pengarahan dari panitia, lalu kami diberi barang yang sangat berharga dan sangat berguna, yaitu trash bag atau kantong plastik sampah yang hitam warnanya dengan ukuran 100 x 60, Lets do it guys. Kami mulai menyusuri pantai untuk munguti sampah. Dan sore itu dimana ada sampah pasti ada manusia berbaju merah, baju merah tanpa ada hubungannya dengan partai, yes itulah kami para peserta #AngsanaBeachCleanUp, panitia mewajibkan kami memakai kaos warna merah. Seandainya dikasih baju dengan warna dan motif yang sama oleh panitia pasti lebih seru deh, *ngarep.hihih.
Puntung rokok, kulit rambutan, kulit langsat, bungkus makanan, botol minuman dan macam-macam sampah aneh lainnya sampai ikan mati berbau busuk memanjakan mata kami, meminta untuk dibelai tangan kami lalu dimasukkan kedalam kantung plastik hitam ajaib. Antusias pengunjungpun lainnya pun bagus, mereka yang berniat berlibur ada yang membantu kami menyisir pantai memungut sampah, tapi banyak jua yang cuek, bringsik bener oe. Setidaknya gerakan kami membawa sedikit pengertian kepada para pengunjung yang menyaksikan aksi kami saat itu, mungkin tidak akan berdampak saat itu juga namun kami berharap supaya kedepannya mereka semua yang sejak kecil sudah diajarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan bisa lebih peduli terhadap sampah dilingkungannya. Dilingkungan rumah, RT, RW, Kelurahan, Kecamatan dan dimanapun kita berada bawalah kebiasaan baik ini, jangan asal buang sampah, jangan juga meremehkan hal kecil seperti sampah puntung rokok dan bungkus permen, jika belum menemukan tempat sampah gunakan dulu deh kantung baju kita, saya setuju bahwa jika masalah sampah diangkat dan dijadikan masalah Nasional bahkan Internasional. Pemerintah juga seharusnya memberikan sedikit alokasi dana untuk pengadaan tempah sampah ditempat-tempat umum sepaket dengan pengelolaan sampahnya, jangan buat makan bakso aja, mau makan bakso dipuncak gunungan sampah?
Penghargaan Adipura yang diberikan pemerintah sudah sangat bagus, yuk kita para warga bersaing supaya tiap tahun tempat kita tinggal mendapatkan penghargaan Adipura, karena Adipura tidak hanya diberikan kepada satu Kota atau Kab, tapi kepada semua Kota atau Kab yang mendapat predikat bersih oleh Pemerintah.

Total kantong sampah yang berhasil dikumpulkan sore itu sejumlah 49 kantong, banyak ya? Itu sedikit, sampah yang berceceran masih banyak banget. Tinggal pilih, mau foto dengan background pantai yang cantik atau dengan sampah yang "cantik"? Mau berbaring dipantai berpasir putih bersih atau dipantai berpasir sampah?
Mari semuanya lebih peduli, kami nggak bisa menjaga kebersihan Tanah Surga yang kita kenal dengan nama Indonesia sendirian.

#AngsanaBeachCleanUp

#AngsanaBeachCleanUp

#AngsanaBeachCleanUp

#AngsanaBeachCleanUp

#AngsanaBeachCleanUp

#AngsanaBeachCleanUp

#AngsanaBeachCleanUp


Malamnya kami mendapat ilmu lagi, sosialisasi tentang Pantai Angsana dan Terumbu karangnya. Pak Yudhi dan Pak Eko yang menjadi mentor kami malam itu, sambutan warga disana sangat baik bahkan sangat mendukung kegiatan yang kami lakukan, dan berharap supaya kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara terus dan berkelanjuttan. Pak Yudhi dan Pak Eko merupakan dua orang hebat yang telah lama dan menjadi jatuh cinta pada Pantai Angsana, dari masih sepi sampai ramai tumpeh tumpeh seperti sekarang. (Jadi ingat waktu pertama kali ke Pantai Siung dan Indrayanti di Gunung Kidul). Mereka berdua bersama warga lainnya berjuang dalam segala hal, segala lini, untuk membuat Pantai Angsana menjadi lebih baik lagi, perjuangan yang lama dan masih terus berlanjut.

Sosialisasi Terumbu Karang Angsana

Sosialisasi Terumbu Karang Angsana

Sosialisasi Terumbu Karang Angsana

Terumbu Karang? Apa itu? Pernak-pernik dasar laut yang tidak diperjualbelikan, apalagi kalo mau dibawa pulang, jela nggak boleh dan musti dijaga kelestariannya, cantik bahkan sangat cantik.
Kata Pak Eko bermanfaat untuk menjadi sumber oksigen, makanan, tempat tinggal dan tempat bermain untuk ikan-ikan dilauttan. Juga sebagai pencegah abrasi. Jadi? Lestarikan! Ikan tuh juga merupakan salah satu sumber lauk untuk manusia lho!
Kawasan Terumbu karang di angsana merupakan bagian dari Coral Triangle! Apa itu Coral Traingle? Nih baca  ----->> CoralTriangleCenter .
Coral atau Terumbu karang juga bisa dikembangkan lho sob, pake kayak sistem cangkok githu.
Jenisnya juga beraneka ragam, warnanya juga, mantep pokoknya.
Indonesia itu Indah. Maldives? Lewaaat...
Beruntunglah kita yang lahir dibumi pertiwi ini, yang bisa berbahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan sesama orang Indonesia, Bahasa Indonesia itu keren woooy, wilayah Indonesia itu luasnya minta ampun, berapa luasnya? saya tidak tau berapa pastinya. Berapa jumlah Pulaunya? Berapa jumlah penduduknya? saya juga tidak tau pastinya. Yang jelas banyak banget. Jika ndak ada Bahasa Indonesia, kita mungkin akan berpikir dua kali jika mau berkunjung ke salah satu wilayah di negeri kita tercinta ini. Maturnuwun Gusti, kawulo tiyang Indonesia!
Sebelum tidur kami diminta menandatangani petisi yang dimaksudkan kita harus menjaga kebersihan lingkungan, ingat guys, kita dutanya,hahaha..
Kami beristirahat malam itu di Pendopo, disamping ombak berlangit lauttan bintang.

Petisi Angsana Beach Clean up

Petisi Angsana Beach Clean up

Petisi Angsana Beach Clean up

Petisi Angsana Beach Clean up

Pendopo Pantai Angsana

Selamat Pagi, ayoo Snorkling, tapi kok kapalnya habis? Tenang.
Panitia dan kawan-kawan yang sudah berpengalaman di Angsana segera mengajak kami berkemas untuk menuju Pantai Bunati yang dipantainya terdapat sapi yang akan memandang kearah saya dan seolah mengejek saya. Letak Pantai Bunati nggak begitu jauh kok. Keunggulannya kita bisa lebih puas karena tidak dibatasi lamanya waktu kita dilauttan.
Dan betul disana masih ada kapal yang akan mengantarkan kami snorkling, Nemo kami dataaaang.
Jika melihat keragaman bawah laut cinta kita seperti bertepuk sebelah tangan, kita bisa mengungkapkan jatuh cinta kepadanya tapi dia pasti hanya akan bisu tidak menjawab. Itulah alam, mudah membuat tiap orang jatuh cinta.
Lama sekali kami dimanjakan oleh pesona bawah laut Angsana, tetep jebur walau pake pelampung. Buat yang gag bisa berenang, gag usah takut, asal pake pelampung aman kok, tetep santai sajo.
Eh ingat bro sis jangan pernah nyentuh terumbu karang yo.
Angsana dulu kawan, baru Derawan.hihihihi.

Pantai Bunati

Pantai Bunati


Kami menutup rangkaian acara #AngsanaBeachCleanUp dengan menyerahkan secara simbolis beberapa tong sampah besar berwarna biru kepada perwakilan dari Pengurus Pantai Angsana, diwakilkan oleh Pak Yudhi. :))
Tak lupa kami foto-foto bersama.

Penyerahan Tong Sampah kepada Pak Yudhi


Terima kasih untuk panitia yang dengan lancar telah mengkoor acara #AngsanaBeachCleanUp
Terima kasih kawan-kawan South Borneo Traveller, Ngetrip terus sampai mati
Terima kasih kawan-kawan SMK Telkom, Kalian harapan bangsa
Terima kasih kawan-kawan Forum Indonesia Muda, terus salurkan semangat kalian untuk Indonesia, saya penasaran dengan game kalian di Pendopo waktu malam-malam.
Terima kasih kawan-kawan perserta lainnya, kalian luar biasa
Terima kasih Pantai Angsana dan warganya. Salam Lestari
Terima kasih Tuhan, pertemukan kami kembali diperjalanan kami selanjutnya.

Temen temen panitia #angsanabeachcleanup

Pantai Angsana
Pantai Angsana
Pagi di Pantai Angsana
Pantai Angsana
Pagi di Pantai Angsana

Dermaga Pantai Angsana
Senja Pantai Angsana

Pagi di Pantai Angsana

Temen temen FIM Banua di Pantai Bunati
Dermaga Pantai Angsana
Dermaga Angsana Beach


Bocah Angsana

Pantai Angsana

Menuju Snorkel Angsana

Dermaga Pantai Angsana



10 comments:

  1. Mantap banget postingnya..... I like it

    ReplyDelete
  2. kakakakak.. Mantep karena ada kamu kakak. :D

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Panitianya mah kece abiss.. hihihi

      Delete
  4. Replies
    1. hihihi.. applause buat pemikirnya kak.. :D
      boleh ditiru kok gerakannya..

      Delete
  5. 4 jempol buat kalian semua, semoga makin banyak orang2 yg peduli dengan lingkungan :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeesss Mas Cum..
      Mari kita jaga sama-sama. ingat masih ada anak cucu kita.. :D

      Delete
  6. kereeeen kereeeeeeeeeeeeeeeeeen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Plok plok plok plok.. tepuk tangan..hahaha

      Delete