Friday, June 13, 2014

Part From Borneo : Senyum Ibu yang melegenda, Pasar Apung Kuin, Pulau Kembang - Banjarmasin

Tambattan Kapal Pengantar Ke Pasar Apung di Taman Siring
          RC*I Okeeee... *Seorang Ibu dengan senyum khas sambil mengacungkan jempol. Ingatkan kalo ditahun 90an dulu kala ada salah satu stasiun TV yang seperti itu? Tiap pergantian acara ibu itu selalu saja muncul. Sampai saya hafal betul dengan ibu itu. Generasi 90 mengingatkan masa itu dengan kalimat "Kalo lo ingat ibu ini, masa kecil lo nggak sia-sia". Stasiun TV saat ini semakin banyak aja, aneka acarapun bersaing, acara di TV yang ini mirip dengan acara di TV yang sana, nggak jauh dari komen masyarakat yang berkomentar njiplak, tiru-tiru, melu-melu. Channel yang  punya acara anime/kartun hanya bisa diakses memakai TV berbayar bulanan. Kasihan anak kecil jaman sekarang. Pasti sedikit dari mereka yang mengenal Zordon, manusia kepala doang didalam tabung gas elpigi 14kg. Atau dengan Alfa yang tiap mau ngomong diawali dengan yayaya, selalu, saya sampai hafal menirukannya. Atau dengan Ultraman yang kalo lampu didadanya sudah berkedip berarti dia akan mengeluarkan jurus andalannya untuk mengalahkan si Monster *peragakan gerakan tangannya, lalu muncul cahaya pemusnah dari tangannya, lalu atau si Monster dibawa terbang dan dibuang diluar angkasa. Sekarang kok kesannya monoton banget nonton Ultraman, dulu nggak dipungkirri kalo serial Ultraman dari Gaia Dyna dkk sangat inspiratif dan selalu ditunggu. Let's Go juga, serial dengan  tokoh utama Go Seiba dan Retsu Seiba, bisa mengendalikan Tamiya yang mampu mengeluarkan jurusnya. Yugi Oh juga inspiratif,  serial pertarungan kartu monster, pertarungan menjadi lebih cerdas dengan kartu magic dan trap yang punya efek unik. Tapi itu dulu, Minggu pagi menjadi waktu paling bahagia bagi saya, rentetan kartun mendominasi tayangan ditiap stasiun TV. Hanya dengan berebut warna power ranger, saya ranger merah, saya ranger hijau, kamu renger pink kami bisa saling baku pukul, aah ketawa saya. Manisnya memory kala itu.

Dieng, Bukit Sikunir, Tentang Tenang Tentang Sejuk



Telaga Warna, Kawah Sikidang, Candi Arjuna, Kentang, Buah Carica, Festival Rambut Gimbal. Mungkin itu beberapa hal yang spontan ada dipikirran kita jika ada teman yang menyebut kata Dieng. Ternyata akhir-akhir ini ada yang menyelip, bukan menyelip untuk membuat resah, melainkan menyelip untuk membuat Dieng semakin menarik. Namanya Bukit Sikunir.