Thursday, January 29, 2015

Gunung Prau, Setapak Yang Sederhana


Kereta Api Fajar Utama Jogja melaju diantara hijau persawahan bumi Cirebon, cuaca siang yang cerah, sejauh mata memandang paduan dataran hijau dan langit yang biru berkolaborasi apik hingga ujung cakrawala. Petak-petak sawah tersusun rapi, padi masih hijau, belum menguning. Ku sandarkan kepala pada sandaran kursi kereta kelas bisnis ini. Seorang ibu membiarkan anaknya menempelkan wajahnya pada jendela kereta. Beberapa orang yang lain memandang keluar tanpa berkata. Dalam gerbong yang hanya di meriahkan oleh suara gesekan roda dengan rel sepertinya kami mempunyai perasaan yang sama, kekaguman yang sama, penilaian yang sama tentang indahnya alam yang sedang kami lewati, mungkin saja beberapa diantara kami sudah menanti-nanti saat kereta melewati teritori bumi Cirebon ini. Di ujung cakrawala sebelah kanan, gunung Ciremai mengingatkan kepada lukisan wajib anak-anak yang selalu melukiskan dua buah gunung juga persawahan di selembar kertas putih ukuran a4. Gunung Ciremai biarlah kesejukan selalu ada saat kami memandangmu.