Tuesday, March 31, 2015

Papan Kayu Kalibiru

Saya di atas papan kayu Kalibiru
foto by @sofianPT

Ijinkanlah aku untuk selalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Lantunan merdu lagu Kla Project nyaring keluar dari speaker telepon genggamku. Hati bergetar, rasa ingin pulang yang membuncah.
Daerah Istimewa Yogyakarta, hati saya tak pernah lepas dari tempat ini. Kenangan, teman, impian, dan kata pulang, menari gemulai setiap harinya, seperti menarik jiwa raga untuk ikut turut serta manggung dipertunjukan tari.

Sambil kuhirup secangkir kopi, duduklah kamu didepanku, akan ku ceritakan secuil kisahku saat kemarin aku sempat pulang beberapa hari.

***

"Wis kethuk endi?" bbm Jefri, salah satu batangan yang menunggu Anung dan saya di Kontrakan Goyang Jakal Yogyakarta.

"Lagi kethuk Jembatan Tempel, Ucup kon siap-siap ya." Balas saya.

Gumpalan awan berwarna kelam, cembungannya seolah baskom yang menampung penuh air sampai bibir mulutnya, siap mengguyurkannya, kapanpun Tuhan berkehendak. Langit sebelah selatan jembatan Tempel terlihat muram, mungkin sebentar lagi hujan besar.

Dedaunan kering dari pohon rambutan didepan kontrakan mulai berguguran, tak kuat dihempas angin. Bau aspal tertimpa rintik air langit, Yogyakarta dan sekitarnya diguyur kesegaran berlimpah. Saya dan Anung baru saja membuka daun pintu kontrakan.

"Udane gur lewat iki, dilut meneh terang." Jefri yang berwajah seram meyakinkan kami dengan tawanya.

Dan karena ini hari minggu, sambil menunggu redanya hujan, kugunakan untuk mengunduh anime favoritku, One Piece.

***

Senyum terkembang, kami berempat, saya, Ucup, Anung dan Jefri saling berpasangan diatas dua motor. Helm lengkap, spion lengkap, jaket lengkap, pasanganpun lengkap. Walaupun sesama jenis. Menelusuri jalur selatan provinsi Yogyakarta, mendung perlahan mengundurkan diri, awan melubangi dirinya sendiri untuk memberi celah supaya diisi sinar matahari. Kami terus mengikuti plang arah berlatar hijau. Memasuki wilayah Wates jalanan makin menyejukkan, pohon-pohon rindang mengiring kami, sisa-sisa air hujan masih menetes pelan membasahi trotoar.

Menuju Desa Wisata Kalibiru, yang Jefri tahu hanya jalan sampai ke Wates. Selanjutnya biarkan orang lain yang mengarahkan karena orang yang malu bertanya akan nyasar pada waktunya. Niat lelaki bertanya pada wanita saat lampu masih menyala merah, yang noleh mas-mas berkumis disebelahnya. Kami diarahkan mas-mas berkumis untuk berbelok kekiri kemudian lurus saja mengikuti jalan.

Aspal yang berliku dan menanjak kini digantikan turunan yang mengular, diujung turunan Waduk Sermo telah menanti untuk dikagumi. Waduk yang menghidupi irigasi wilayah Kalibawang dipercantik oleh warna hijau tua perbukitan Menoreh yang mengelilinginya. Insan-insan berceloteh akrab ditepiannya, mereka menunggu sore tiba, tawa mereka menambah sejuk suasana.

Dari Waduk Sermo kami berbelok kanan menuruti papan petunjuk arah. Motor mengerang, gas sudah maksimal, saya terpaksa turun dari boncengan. Motor hanya bisa menanjak pelan, kehabisan tenaga. Jalanan aspal yang masih banyak berlubang, yang pasti akses jalan ini butuh perhatian pemerintah setempat demi memfasilitasi destinasi wisata.

"Wis suwe ora diservis iki John motore." Kata Anung dengan senyum khasnya.

Billboard berlatar biru dengan gambar orang yang sedang meniti jembatan gantung terpampang jelas disamping parkiran motor. Tertulis jelas Selamat Datang Di Wisata Alam Kalibiru. Sampai juga di desa sejuk Kalibiru yang akan segera melegenda, saat ini semakin banyak orang yang memajang foto profil mereka di atas papan kayu desa Kalibiru.

Kami membeli karcis bernomor antri untuk dapat naik ke papan kayu yang sedang naik daun itu, Rp. 10.000. Sambil menunggu antrian, kami lebih memilih menelusur jalan ketimbang bermain flying fox, jalan dua tapak berkeramik hijau bermotif daun yang sengaja dipasang untuk mengantar para pengunjung menuju bangunan beratap pendopo. Suguhan hutan-hutan hijau milik perbukitan Menoreh memanjakan para pengunjung, di kejauhan nampak meliuk-liuk pantai selatan Jawa, sayang awan sedang sendu sore itu.

Satu kalimat baru dari Anung saat perjalanan kali ini. "Itu payungnya mbok diegarin." dikatakannya saat ada nona-nona naik ke papan kayu sambil membawa payung, entah untuk sekedar properti foto atau meneduh dari gerimis kepyur.

Seperti Prewed di masa lalu
foto by @sofianPT
Sebentar, aku ingin mengambil gambar dari atas sini.
foto by @ranseltua
Mengingat ini adalah musim liburan, antrian untuk sekedar berfoto diatas papan kayu yang dibangun menempel pada sebatang pohon menjadi membludak, diatas papan itu kita hanya diberi waktu sekitar lima menit untuk berpose. Namun dengan hanya duduk atau berdiri diatas papan kayu itu, akan memberikan kesan yang WOW juga akan mengembalikan angin kesejukan akan kecantikan wajah kabupaten Kulon Progo.

***

Jefri, Anung, Dion
foto by @sofianPT
Hitam kopi sudah kuhirup tigaperempat dari cangkirnya, aku tau kamu masih antusias mendengar kisah lain dariku. Tapi, Playlist sudah berganti dua kali, lagu yang berputar saat ini membuatku ingin segera memeluk guling tuaku dalam kamar rumahku

Dan lalu...
Sekitarku tak mungkin lagi kini
Meringankan lara
Bawa aku pulang, rindu
Segera...


33 comments:

  1. Kalo denger lagu2 nya KLA project pasti merindu pingin ke jogja #Halah
    Btw kalibiru ini lagi ngehitz banget, ampe antri2 buat foto diatas nya, banyak banget foto instagram disitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halah.. rasanya semuanya hampir senada untuk mendriskripsikan Jogja, hahaha
      Heeh.. intagramable pokoknya tuh tempat.. kalo musim libur wuiidiiiih antrinya.. hih...
      Mau foto pake sempak doang diatas mas? hahaha

      Delete
    2. Mau banget foto pamer kancut di atas, tapi kalo ngantri males banget #NgakPenting #melenggosTampan

      Delete
    3. Ayoo Om Cum, pas hujan deres githu pasti sepi. haha
      Nanti tak fotoin cetak langsung jadi. 5.000 aja.. Murahkan?

      Delete
    4. Main - main ke kalibiru yuk mas cumi :D

      Delete
    5. Jangaaan.. Nanti ada penampakan kancut biru Mas.. :( aku sedih.

      Delete
  2. Viewnya keren... tapi mikir perjuangan antre-nya yang bikin males ke sana hehehe
    Udah coba ke Gunung Api Purba Nglanggeran?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh Mas Halim, tenkyu udah berkunjung mas.. antrenya emang panjang mas, weekday aja mas..
      Gunung api Purba? sudah mas, sudah diposting juga, #promosi, hahaha
      Yuklah Mas Halim kapan kita jalan bareng.. Solo-Magelangkan deket.. cihuuuii..
      kemarin mau ikutan TravelBlog di Semarang tapi berhalangan.. :(

      Delete
  3. pengen foto bedua disitu sama kak dion euy :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. hayuk Fik.. Selfie berdua githu yak? :D

      Delete
  4. (batangan) (pasangan sesama jenis) hahaha harus banget mas? but nice share, jempol deh! makasih juga lho udah bikin aku makin kangen buat ke jogja setelah batal haha ah kalibiru, see you there one day ya hihiw :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa Put.. Batangan (e)mas.. Terima kasih juga sudah berkunjung Put..

      Okee.. siapin mental buat dijorokin.. hihihi

      Delete
  5. "Senyum terkembang, kami berempat, saya, Ucup, Anung dan Jefri saling berpasangan diatas dua motor. Helm lengkap, spion lengkap, jaket lengkap, pasanganpun lengkap. Walaupun sesama jenis" sumpah aku ngakak! hahaha.

    Pengen ke sana pas sepi bisa gak ya, disewo khusus ben prei gawe wong2 isok gak yo :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha.. Maklum Mas Rif, serius kami jombang.. Jomblo banget.

      Biso donk mas, mesti biso, demi Mas Rifqi sih, ngomong aja temennya saya.. hihihi

      Delete
    2. Terharu karena saya Jomblo banget mas? saya jadi lebih terharu...

      Delete
  6. Ciye yang berpasang-pasangan :)
    Seger banget liat foto-fotonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. Pasangannya cukup saat itu aja mas Yasir.. hehe
      Kalibiru itu memang fotoable mas.. hahaha

      Delete
  7. Fotonya bikin iriiiii tingkat tinggi ^^

    Dari ketinggian, hamparan hijau, awan, langit
    komposisi yang sempurna

    #catet
    #masukkan list

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa buat profil pict yang bikin ngiler ya mbak?

      Owsom pokoknya..
      Jangan lupa dicatet..
      Terima Kasih mbak sudah berkunjung.

      Delete
  8. kayaknya bisa betah duduk berlama2 disitu ya bang?
    bang, satu hal lagi klo boleh, bahasa jowo ne mbok ya ono translatenya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa banget Mas tapi ntar diprotesin sama yang ngantri Mas, soalnya spotnya cuma satu itu.. Dan kalo libur antrinya gileee.. Perjuangan demi DP dah.
      Iyaa juga ya.. Maap Mas maap.. hahaha

      Delete
  9. Awal tahun lalu saya ke Jogja dan gagal ke sini karena Jumat tutup. Kecewa berat dan lama ga bisa move on. Eh, sekarang liat foto2 memukau seperti ini. Jadi mupeng lagi. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ealah.. Jum'at tutup ya mas? saya malah baru tau.. biasanya kalo hujan githu baru tutup Mas..

      Hayuuklah ke Kalibiru lagi, sambangi..

      Delete
  10. Pengen foto di situ.. :( Kalok Kali Biru di daerah Jogja mana sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. foto kak Ris.. biar jadi kekinian, hehe
      Jogjanya di daerah Wates itu kak, Kulon Progo,.. patokannya Waduk Sermo aja..
      Barat Kota Jogja..

      Delete
  11. Foto-fotonya kereen, jadi makin pengen ke Kalibiru :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayooo buruan ke Kalibiru, harga tiketnya keburu naik lho..

      Delete
  12. ngehits banget kalibiru.... itu rumah pohonnya ada 2 apa gimana? apa ada fotografer khusus disana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heem, kalo ke Jogja pasti pada meluangkan waktu kesini.. Ada dua mas, satu buat Flying fox satunya khusus foto kayak yang saya pake itu.. Kalo fotografer bisa minta tolong mas2nya yang jaga.. Tapi mahal kayaknya biayanya..

      Delete
  13. Jalan nya serem banget gitu yak? Kira2 bumil dengan 6 months pregnancy gini bisa nyampe TKP ga yah? Hiks ngidam banget nih,mana udah pede aja booked tiket KA dari Jakarta buat bulan depan. Tons of Thank infonya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak sih kak kalo serem banget.. Nanjaknya lumayan trus kalo mau ke papan kayunya musti antri dan naik tangga 4 meteranlah.. Kalo udah dibeli tiketnya sok atuh berangkat kak.. Ngidam lagi, eh tapi kapo sekiranya sampe sana keliatan berat pindah destinasi aja kak.. Jangan dipaksa..hihihi..
      Terima kasih ya sudah berkunjung kak..

      Delete
  14. Gila, viewnya keren banget! bikin iri plus bikin ketakutan juga sih haha

    ReplyDelete