Tuesday, June 30, 2015

Pantai Santolo, Sayangnya, Senja Hanya Sebentar Saja

Senja Di Pantai Santolo
                Keren, gagah, berperut kubus. Sebuah ekspektasi yang saya taruh tinggi demi persiapan mental jasmani rohani saat untuk pertama kalinya akan bertemu Sandy. Bukan hanya itu, jika saja ada wanita yang melihatnya lengkap dengan seragam dinas, wanita akan rela dipenjara demi bisa dijaga olehnya. Namun, semua ekpektasi yang sudah saya bangun buyar, seperti membangun menara dengan puluhan lembar kartu remi yang berhasil disusun rapi, tetiba angin pantat teman menghancurkan pondasi. Runtuh sudah. Kesan serius yang dihasilkan kombinasi semua ekpektasi tadi tak lagi berlaku. Setelah bertemu wujud asli Sandy, saya berhenti berekspektasi.

Saturday, June 20, 2015

Danau Maninjau, Semoga Pagi Selalu Mau Berbagi

Maninjau dan Sihir Bernama Pagi
                Sepiring nasi dengan lauk iwak kali, juga segelas teh manis hangat sedikit mengurangi mual perut. Empat puluh empat kelokan sukses dengan mulus dilewati bus tiga perempat yang saya tumpangi. Sekarang, gerimis yang tadi turun sudah tiada, masih tersisa gulung-gulungan awan kelabu serta angin kencang yang menggoyang baliho-baliho. Peluh telah sepenuhnya membasahi punggung yang sedari tadi memanggul ransel yang kian berat. Kaki dan jemari yang berbalut plester terus menjelajah jalanan demi mencari sebuah penginapan. Hanya seorang diri, sementara orang-orang disekitar berbicara dengan bahasa mereka, yang tak saya mengerti. Tubuh ini lelah, ingin segera merebah.

Wednesday, June 17, 2015

Pulau Kemaro, Keteduhan Tengah Sungai

Gerbang Depan Kelenteng
          Saya, Alif dan Febri masih duduk bersandar pada kursi masing-masing didalam salah satu restoran cepat saji tak jauh dari jembatan bercat merah yang menjadi ikon Bumi Sriwijaya, Jembatan Ampera. Minuman soda belum berkurang setengahnya, saya masih sibuk dengan telepon genggam yang terus melakukan panggilan keluar namun belum juga mendapat jawaban. Pesan singkatpun tak berbalas. Apa ini pertanda pacar saya sedang bersama pacarnya yang lain? Kalaupun kami mengirim pesan menggunakan aplikasi WhatsApp, mungkin saja pesan yang saya kirim sudah bertanda centang dua disampingnya, tapi warna tak kunjung berwarna biru padahal status profil sedang online. Sebegini miriskah nasib pacaran jarak jauh?

Friday, June 12, 2015

Pengumuman Pemenang Turnamen Foto Perjalanan Ronde 61 (Edisi ke-2)



          Ehmm.. Saya kembali merasa bersalah karena, iya karena saya Turnamen Perjalanan ini harus mulur, harus tertunda beberapa waktu, sekali lagi iya, karena saya, semua salah saya. Saya mau kok dibuang atau diasingkan ke Raja Ampat, sumpah, serisu, gak bohong, saya ikhlas.


          Dan, berhubung Mas Bahtiar sebagai pemenang yang saya pilih mengaku tidak bisa melanjutkan Turnamen untuk waktu dekat ini, dikarenakan beliau akan menjalani beberapa minggu tanpa adanya koneksi internet dan semua itu sudah dunyatakan dalam bentuk surat pernyataan yang secara sadar dia buat dan tanda tangani diatas materai tiga ribu dua lembar (stok materai enam ribu sedang habis) serta surat pernyataan itu juga telah disetujui oleh Bapak Menteri pariwisata. Maka dengan tempo yang sesingkat-singkatnya saya harus meilih pemenang yang lain. Demi terciptanya demokrasi pariwisata yang tetap terbuka, jujur dan adil.

Tuesday, June 09, 2015

Pengumuman Pemenang Turnamen Foto Perjalanan Ronde 61

        

          GILAAAK!! Lebih dari tiga puluh hari berlalu tanpa satu post barupun. Hanya maaf dan maaf yang mampu saya haturkan. Pengumuman Pemenang Turnamen Foto Perjalanan Ronde 61 pun harus tertunda. Sekali lagi maaf. Sekarang untuk yang sudah setia menungguku, akan saya umumkan Pemenang #TFP61 sekarang juga.

          Dari banyak foto yang masuk, seperti biasanya, saya sebagai juri otodidak pasti kebingungan memilih siapa yang berhak untuk memperpanjang tali silaturahmi Turnamen Foto Perjalanan ini. Tapi bagaimanapun tali silaturahmi harus tetap direntangkan dan dipanjangkan. Maka.....