Friday, December 18, 2015

Traveller Kaskus, Sebuah Serendipiti

Bersama Mereka
                Benarkah bahwa dengan ‘berjalan’ kita akan belajar tentang banyak hal? Benarkan bahwa dengan berkunjung ke banyak tempat kita akan dapat pengalaman yang berbeda? Benarkan bahwa dengan bertemu orang-orang baru kita akan mendapat pandangan yang berbeda mengenai suatu hal? Mereka yang menjawab selalu saja berkata “Cobalah, alami sendiri, kamu akan mendapat semua jawaban hanya jika kamu memulai.”


                Malam itu, malam minggu sebelum kegiatan salah satu komunitas di kota Magelang dimulai. Aku bertemu dengannya. Hanya sekali jabat tangan yang erat, tanpa kecup pipi kanan, tanpa kecup pipi kiri. Tangannya begitu erat menjabat tanganku. Hampir saja aku kelewatan mencium tangannya. Aku mengira, dia sudah seumuran bapak teman sepantaranku. Kami lalu saling menyebutkan nama, selanjutnya aku bertanya “Mas asalnya darimana?” Jawabnya hanya satu kata, dengan suara yang kuat, jelas dan tegas. Setelah itu, diraihnya gelas, diteguknya wedang uwuh panas yang sudah tersaji. Wajahnya masih tetap dingin, berlawanan dengan suhu wedang uwuh yang dia teguk. Malam itu, pertama kali aku bertatap muka dengannya dan satu wejangan yang aku ingat adalah bahwa resiko itu akan selalu ada, tapi jika kita terlalu memikirkan resiko tentang apapun yang selanjutnya akan terjadi, kita tidak akan belajar apapun.